Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Kembangkan Aplikasi Video Pendek Berbasis AI Lebih Canggih dari TikTok

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
30 Sep 2025
142 dibaca
2 menit
OpenAI Kembangkan Aplikasi Video Pendek Berbasis AI Lebih Canggih dari TikTok

Rangkuman 15 Detik

OpenAI sedang mengembangkan aplikasi video pendek yang berfokus pada konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Aplikasi ini bertujuan untuk mengatasi isu hak cipta dan penyalahgunaan konten dengan sistem verifikasi identitas.
Langkah ini mungkin terkait dengan ketidakpastian seputar masa depan TikTok di AS dan berusaha mempertahankan pengguna dalam ekosistem OpenAI.
TikTok merupakan platform video pendek asal China yang sangat populer di seluruh dunia. Popularitasnya bahkan menyebabkan reaksi dari Amerika Serikat yang menetapkan aturan untuk memisahkan TikTok dari perusahaan induknya, ByteDance, dengan alasan keamanan nasional. Di tengah kondisi ini, para perusahaan teknologi AS dikabarkan sedang menyiapkan aplikasi pesaing yang lebih canggih menggunakan teknologi kecerdasan buatan. OpenAI, perusahaan pengembang teknologi AI, sedang mengembangkan aplikasi video pendek yang mirip TikTok namun dengan perbedaan signifikan. Aplikasi ini menggunakan model video AI terbaru bernama Sora 2 yang mampu menciptakan seluruh video secara otomatis tanpa keterlibatan pembuatan video oleh pengguna. Format antarmuka aplikasi ini tetap seperti TikTok dengan linimasa vertikal dan fitur swipe untuk menggulir video. Berbeda dengan aplikasi video populer lainnya, pengguna tidak dapat mengunggah video dari galeri mereka. Video yang muncul sepenuhnya dihasilkan oleh teknologi AI dan berdurasi singkat maksimal 10 detik. Durasi ini jauh lebih pendek dibandingkan TikTok yang memungkinkan video hingga 10 menit, sehingga fokus utama platform adalah kreativitas yang datang dari AI. Aplikasi ini juga akan menerapkan sistem verifikasi identitas untuk para pengguna agar bisa menyesuaikan video berdasarkan preferensi personal yang sudah terverifikasi. Selain itu, untuk mencegah penyalahgunaan, OpenAI akan mengirim notifikasi jika gambar pengguna digunakan dalam video meskipun video tersebut tidak diunggah secara publik. Ada juga upaya menjaga hak cipta dengan memblokir output yang melanggar, meski detail penerapannya masih belum jelas. Langkah OpenAI ini dianggap bukan hanya untuk memamerkan kemampuan AI, tetapi juga sebagai strategi untuk mengisi celah ketidakpastian masa depan TikTok di Amerika Serikat. Dengan menghubungkan Sora 2 ke platform media sosial, OpenAI berpotensi mempertahankan pengguna dalam ekosistemnya dan bersaing di pasar konten video pendek yang semakin berkembang.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Penggunaan AI untuk menghasilkan konten video pendek adalah langkah besar yang dapat mempercepat adopsi teknologi AI secara massal dan mengubah ekosistem media sosial secara fundamental.