OpenAI Ubah Kebijakan Hak Cipta di Aplikasi Video AI Sora
Teknologi
Kecerdasan Buatan
04 Okt 2025
99 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
OpenAI mengubah kebijakan hak cipta untuk memberikan kontrol lebih kepada pemilik karakter di aplikasi Sora.
Fitur 'cameos' Sora memungkinkan pengguna untuk melihat diri mereka dalam video AI.
Monetisasi video di Sora mungkin melibatkan pembagian pendapatan dengan pemilik hak cipta.
OpenAI baru-baru ini meluncurkan aplikasi video baru bernama Sora yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan video dengan karakter dari film dan acara TV populer. Meskipun awalnya pemilik hak cipta harus menolak agar kontennya tidak digunakan (opt-out), hal ini menimbulkan kekhawatiran karena banyak pengguna membuat video yang menggunakan karakter berhak cipta tanpa izin jelas, sehingga ada potensi pelanggaran hukum.
Fitur unik Sora yang disebut ‘cameos’ memungkinkan pengguna mengunggah data biometrik mereka untuk membuat versi digital mereka muncul di video. Aplikasi ini sangat populer dan dengan cepat naik ke puncak tangga lagu App Store, meskipun masih bersifat undangan terbatas. Namun, para pengguna juga seringkali mengabaikan aturan hak cipta dengan menciptakan interaksi antara karakter terkenal dan tokoh nyata yang dibuat dengan teknologi deepfake.
CEO OpenAI, Sam Altman, dalam sebuah posting blog mengumumkan akan ada dua perubahan utama pada Sora. Pertama, pemilik hak cipta akan mendapatkan kontrol lebih rinci dan akan menggunakan model opt-in yang membuat pengguna harus mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum membuat video dengan karakter dari studio atau pihak yang punya hak tersebut.
Selain itu, OpenAI sedang merencanakan mekanisme monetisasi untuk video yang dihasilkan melalui Sora. Nantinya, pendapatan dari penggunaan aplikasi ini bisa dibagi dengan pemilik hak cipta, sehingga mereka juga mendapat manfaat finansial dari konten yang dibuat dengan menggunakan IP mereka. Ini merupakan langkah baru dari OpenAI untuk mendukung kreator sekaligus menciptakan model bisnis berkelanjutan.
Meski demikian, Altman juga mengakui bahwa mungkin masih ada kasus video yang tidak sesuai aturan yang lolos dari pengawasan. Secara keseluruhan, perubahan kebijakan ini menunjukkan usaha OpenAI untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan perlindungan hak cipta dan etika penggunaan teknologi generatif.
Analisis Ahli
Lawrence Lessig
Perubahan OpenAI ini adalah langkah positif dalam mengakomodasi kepentingan kreator sambil mendorong inovasi AI, namun implementasi detil dan pengawasan hukum akan kunci keberhasilannya.Kate Crawford
Pengaturan granular untuk karakter yang dilindungi hak cipta menunjukkan kemajuan, tapi penyalahgunaan dan pelanggaran akan tetap muncul, sehingga aspek etika dan regulasi harus semakin diperkuat.


