Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengenal Sinyal Otak yang Memulai Penghapusan Memori Takut pada Tikus

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
28 Apr 2025
265 dibaca
1 menit
Mengenal Sinyal Otak yang Memulai Penghapusan Memori Takut pada Tikus

AI summary

Penelitian ini mengidentifikasi sinyal otak yang penting dalam penghapusan memori ketakutan.
Dua populasi neuron di amigdala basolateral memiliki peran yang berbeda dalam respons ketakutan.
Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan terapi untuk PTSD.
Neuroscientists telah menemukan sinyal otak pada tikus yang memulai proses penghapusan memori menakutkan setelah bahaya berlalu, yang dikenal sebagai pemadaman rasa takut. Penelitian ini masih pada tahap awal, tetapi memiliki potensi untuk membantu pengembangan obat untuk mengobati kondisi seperti PTSD yang terkait dengan pengalaman masa lalu yang menyedihkan.Dalam studi yang diterbitkan pada 28 April di Proceedings of the National Academy of Sciences USA, para peneliti fokus pada dua populasi neuron di bagian otak yang disebut amigdala basolateral (BLA). Dua jenis neuron ini memiliki efek yang berlawanan: satu merangsang dan yang lain menekan respons ketakutan, menurut Michele Pignatelli, seorang neuroscientist di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge.Sampai sekarang, para ilmuwan tidak tahu apa yang mengaktifkan neuron-neuron ini selama pemadaman rasa takut, meskipun penelitian sebelumnya mengaitkan neurotransmitter dopamin yang dilepaskan oleh sekelompok neuron tertentu di bagian otak lain yang disebut area tegmental ventral (VTA). Penemuan ini dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi baru untuk mengatasi gangguan seperti PTSD.

Experts Analysis

Michele Pignatelli
Penelitian ini membuka pintu untuk memahami bagaimana otak memproses dan menekan memori yang menimbulkan rasa takut, yang sangat penting bagi pengembangan terapi gangguan stres pasca trauma.
Editorial Note
Penemuan tentang peran spesifik dua tipe neuron di BLA dan keterlibatan dopamin menandai kemajuan penting dalam memahami mekanisme neurobiologis penghapusan memori takut. Namun, penerapan klinis masih jauh, dan kita perlu lebih banyak penelitian untuk memastikan bagaimana temuan ini dapat diterjemahkan ke dalam pengobatan manusia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.