Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rahasia Memori: Ikatan Protein PKMζ dan KIBRA Menjaga Kenangan Hidup

Sains
Neurosains and Psikologi
Wired Wired
06 Jul 2025
69 dibaca
2 menit
Rahasia Memori: Ikatan Protein PKMζ dan KIBRA Menjaga Kenangan Hidup

Rangkuman 15 Detik

Interaksi antara KIBRA dan PKMζ adalah kunci untuk pemeliharaan memori jangka panjang.
Memori tidak disimpan dalam satu molekul, tetapi melalui hubungan antara molekul yang saling mendukung.
Penelitian ini menjawab pertanyaan lama tentang bagaimana memori dapat bertahan meskipun molekul yang terlibat memiliki umur yang pendek.
Todd Sacktor kehilangan saudarinya saat masih kecil, meninggalkan ingatan samar yang membuka pertanyaan besar tentang bagaimana memori bisa bertahan lama. Hal ini memotivasi dia menjadi ilmuwan saraf untuk mencari jawaban terhadap fenomena memori yang abadi meskipun molekul di otak terus berganti. Dalam penelitiannya, Sacktor menemukan protein PKMζ yang memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antar neuron di bagian otak yang mengatur memori, yaitu hippocampus. Penguatan ini diyakini sebagai mekanisme utama pembentukan memori jangka panjang. Meski PKMζ penting, penelitian kemudian menunjukkan bahwa ingatan tetap dapat terbentuk tanpa PKMζ karena ada molekul cadangan. Namun, teka-teki bagaimana molekul ini tahu di mana harus beraksi belum terjawab hingga penemuan ikatan antara PKMζ dan protein KIBRA sebagai faktor penguat dan pengarah. Penemuan ini membuktikan bahwa ikatan antara PKMζ dan KIBRA menjaga penguatan sinaps dan memori tetap hidup. Ketika ikatan ini terganggu, memori yang tersimpan bisa hilang secara permanen, memperkuat ide bahwa memori adalah hasil dari interaksi molekul yang saling mendukung di sinaps. Penelitian ini memperjelas bagaimana ingatan dapat bertahan lama di otak meskipun molekulnya selalu berganti. Kedepannya, pemahaman tentang pasangan protein ini dapat membuka jalan baru dalam studi memori dan kemungkinan terapi gangguan ingatan.

Analisis Ahli

Karl Peter Giese
Penemuan ini memberikan bukti meyakinkan bahwa interaksi molekul PKMζ dan KIBRA dibutuhkan untuk penyimpanan memori, walaupun sistem biologis sering memakai mekanisme cadangan.
David Glanzman
Studi ini menguatkan model penguatan sinaps untuk memori, tapi penghapus memori yang dilakukan glanzman di masa lalu harus dipertimbangkan ulang karena ada kemungkinan memori bisa dipulihkan kembali.