Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rahasia Protein KIBRA dan PKMζ Menjaga Memori Kita Bertahan Lama

Sains
Neurosains and Psikologi
neuroscience-and-psychology (10mo ago) neuroscience-and-psychology (10mo ago)
07 Mei 2025
83 dibaca
2 menit
Rahasia Protein KIBRA dan PKMζ Menjaga Memori Kita Bertahan Lama

Rangkuman 15 Detik

Interaksi antara KIBRA dan PKMζ adalah kunci untuk memahami bagaimana memori dipertahankan dalam jangka panjang.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun protein individu tidak bertahan selama-lamanya, kompleks yang terbentuk di antara mereka membantu menjaga memori.
Penemuan ini mengatasi dilema yang diajukan oleh Francis Crick mengenai bagaimana memori bisa bertahan meskipun molekul-molekul yang membentuknya sering digantikan.
Todd Sacktor kehilangan saudara perempuannya karena leukemia ketika masih kecil. Pengalaman itu membentuk rasa ingin tahunya tentang bagaimana memori bisa bertahan begitu lama dalam otak manusia, padahal molekul-molekul dalam tubuh cepat mengalami pergantian. Pertanyaan ini masih menjadi tantangan besar dalam ilmu saraf hingga sekarang. Pada awal karirnya, Sacktor menemukan protein bernama PKMζ yang meningkat di sinapsis otak setelah stimulasi mirip saat pembentukan memori terjadi. Protein ini tampaknya sangat penting karena menguatkan hubungan antar neuron yang menyimpan ingatan tersebut. Namun, temuan tentang PKMζ sempat dipertanyakan ketika tikus yang tidak memiliki PKMζ tetap bisa membentuk memori. Sacktor lalu menemukan bahwa ada protein lain bernama KIBRA yang membantu menjaga PKMζ tetap berada di tempatnya, membentuk ikatan protein yang erat dan bertahan lama untuk memelihara memori. Para peneliti menguji ikatan ini dengan cara mengganggu kompleks KIBRA-PKMζ di otak tikus dan menemukan bahwa mengganggu ikatan tersebut bisa menghapus memori yang sudah terbentuk, bahkan beberapa minggu setelah memori itu ada. Hal ini membuktikan bahwa interaksi protein ini sangat penting untuk memori jangka panjang. Penemuan ini menjadi jawaban soal bagaimana memori bisa bertahan bertahun-tahun meskipun molekul dalam tubuh selalu berganti. Ikatan antara PKMζ dan KIBRA membuat memori tetap 'tersimpan' dengan menjaga sinapsis yang kuat dan tepat sasaran di otak, membuka jalan bagi penelitian memori lebih lanjut.

Analisis Ahli

Karl Peter Giese
Temuan ini memberikan bukti kuat bahwa interaksi antara PKMζ dan KIBRA sangat penting dalam penyimpanan memori, menjawab tantangan lama terkait umur molekul yang relatif singkat.
David Glanzman
Penelitian ini menunjukkan mekanisme yang kompleks tapi tetap mempertanyakan apakah penguatan sinaps adalah satu-satunya cara memori tersimpan, membuka diskusi tentang model penyimpanan molekuler alternatif.