TLDR
AI dapat digunakan untuk memulihkan dan menghidupkan kembali karya seni bersejarah. Karya kaligrafi klasik seperti Rhapsody on the Luo River Goddess tetap relevan dan berharga di era digital. Kolaborasi antara teknologi modern dan seni tradisional dapat menciptakan cara baru untuk menghargai warisan budaya. Sebuah tim peneliti dari Peking University berhasil merestorasi sebuah naskah puisi kaligrafi berusia 1.600 tahun yang hampir hilang. Naskah ini diberi judul Rhapsody on the Luo River Goddess, yang ditulis oleh Wang Xianzhi, seorang kaligrafer terkenal dari abad ke-4.Sebagian besar isi naskah asli sudah rusak sehingga yang tersisa hanya sekitar seperempat dari keseluruhan puisi. Tim menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi desain huruf untuk merekonstruksi sisa naskah berdasarkan analisis mendalam terhadap gaya tulisan.Dengan data dari 250 karakter yang masih ada, AI berhasil membuat ulang dan melengkapi puisi tersebut hingga menjadi 919 karakter yang membentuk bentuk gulungan kaligrafi utuh. Ini adalah karya rekonstruksi digital yang sangat penting untuk pelestarian budaya.Naskah itu awalnya adalah puisi prosa yang dibuat oleh Cao Zhi, seorang pangeran dari periode Tiga Kerajaan di China. Karya ini tidak hanya penting secara artistik, tetapi juga sangat bersejarah dan kultural.Hasil restorasi ini menunjukkan bahwa gabungan AI dan seni budaya tradisional dapat membuka cara baru untuk melestarikan warisan sejarah sekaligus membuatnya lebih mudah diakses di era digital saat ini.