Teknologi Virtual Buka Gulungan Doa Buddha Mongolia yang Terlindungi
Sains
Fisika dan Kimia
25 Jul 2025
300 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknik modern seperti tomografi X-ray 3D dapat mengungkap rahasia artefak budaya tanpa merusaknya.
Gulungan sutra Gungervaa berisi mantra penting dari tradisi Buddhisme Mongolia.
Kuil Gungervaa adalah contoh bagaimana warisan budaya dapat bertahan meskipun ada ancaman sejarah.
Para ilmuwan menggunakan teknologi sinar-X 3D dan kecerdasan buatan untuk membuka gulungan doa Buddha Mongolia yang sangat rapuh tanpa merusaknya. Gulungan ini berasal dari sebuah shrine tradisional Mongolian yang disimpan di Museum Etnologi Berlin.
Gulungan itu tertulis dalam bahasa Sansekerta menggunakan aksara Tibet, sebuah kombinasi yang tidak terduga. Metode ini memungkinkan pemindaian 3D digital secara detail sehingga gulungan dapat 'dibuka' secara virtual.
Hasil pemindaian mengungkap bahwa terdapat sekitar 50 lilitan gulungan dengan panjang lebih dari 80 cm dan tinta yang digunakan mengandung partikel logam. Isi gulungan berupa mantra Buddha terkenal untuk welas asih universal.
Metode virtual unrolling ini dikembangkan bersama oleh ahli dari Helmholtz-Zentrum Berlin dan menggunakan perangkat lunak khusus yang mempercepat pembukaan gulungan, menggantikan metode lama yang risiko merusak gulungan sangat tinggi.
Kini, shrine Gungervaa dan gulungan doa tersebut dipamerkan di Humboldt Forum Berlin hingga Juni 2026, sebelum akhirnya akan dibawa kembali ke Mongolia, menghidupkan kembali warisan budaya Mongolia yang hampir hilang.
Analisis Ahli
Tobias Arlt
Pemanfaatan teknologi sinar-X tingkat tinggi untuk membaca gulungan sangat menjanjikan karena memungkinkan analisis mendetail tanpa risiko kerusakan, juga membuka peluang riset lebih luas di bidang material dan budaya.Birgit Kantzenbach
Kolaborasi antara ahli restorasi dan ilmuwan fisika merupakan inovasi penting untuk menjaga keutuhan benda bersejarah sambil memaksimalkan pengetahuan yang bisa didapat.
