Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Jatuhnya Ribuan Satelit Starlink dan Risiko Sampah Antariksa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
10 Okt 2025
194 dibaca
2 menit
Bahaya Jatuhnya Ribuan Satelit Starlink dan Risiko Sampah Antariksa

Rangkuman 15 Detik

Jumlah satelit Starlink yang jatuh ke Bumi meningkat seiring bertambahnya peluncuran satelit.
Dampak dari serpihan satelit dapat membahayakan manusia dan lingkungan di Bumi.
Sindrom Kessler dapat menyebabkan masalah serius di orbit Bumi akibat tabrakan satelit.
Elon Musk melalui perusahaan SpaceX telah meluncurkan ribuan satelit Starlink sejak 2019 untuk menyediakan layanan internet global. Namun, ambisi ini membawa risiko baru berupa jumlah satelit yang tua dan usang jatuh ke Bumi setiap hari, yang kini mencapai 1-2 satelit per hari dan diperkirakan akan bertambah seiring peluncuran satelit terus berlangsung. Ahli astrofisika Jonathan McDowell menjelaskan bahwa siklus hidup rata-rata satelit Starlink adalah sekitar 5 tahun, sehingga dalam satu hari bisa ada sekitar 5 satelit usang yang keluar dari orbit dan jatuh ke Bumi. Selain SpaceX, Amazon melalui Blue Origin juga meluncurkan ribuan satelit yang menambah kepadatan orbit rendah Bumi. Menurut laporan FAA tahun 2023, hingga 28.000 serpihan satelit diperkirakan akan menembus atmosfer Bumi setiap tahun pada 2025. Serpihan tersebut dapat menimbulkan bahaya serius bagi manusia di permukaan Bumi jika serpihan tidak habis terbakar dan berpotensi melukai atau membunuh manusia. Selain potensi bahaya jatuh ke Bumi, sisa pembakaran satelit di atmosfer melepaskan elemen logam yang berpotensi merusak lapisan ozon, lapisan perlindungan penting bagi kehidupan di Bumi. Jonathan McDowell bahkan memperingatkan kemungkinan kerusakan luas pada lapisan atmosfer lapisan atas jika masalah ini tidak ditangani. Dalam jangka panjang, risiko yang semakin besar adalah sindrom Kessler, yaitu tabrakan berantai satelit di orbit yang menyebabkan tumpukan sampah antariksa semakin parah. Hal ini dapat mengganggu operasi satelit lain, membahayakan misi luar angkasa, dan menambah risiko tabrakan atau jatuhnya serpihan ke Bumi.

Analisis Ahli

Jonathan McDowell
Jumlah satelit yang terus bertambah membuat orbit Bumi semakin padat dan meningkatkan bahaya tabrakan serta kerusakan atmosfer lapisan atas yang berpotensi merusak lapisan ozon.