Serangan Ransomware Qilin Lumpuhkan Produksi Asahi, Bir Jadi Langka
Teknologi
Keamanan Siber
09 Okt 2025
109 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber dari kelompok Qilin telah mengganggu operasional Asahi Group Holdings.
Asahi Super Dry mengalami kelangkaan stok di pasar akibat gangguan produksi.
Ransomware Qilin menunjukkan tren peningkatan dalam melakukan serangan siber terhadap perusahaan besar.
Kelompok ransomware bernama Qilin dinyatakan bertanggung jawab atas serangan besar yang melumpuhkan produksi Asahi Group Holdings, perusahaan minuman keras raksasa asal Jepang. Akibat serangan ini, bir populer mereka, Asahi Super Dry, sempat mengalami kelangkaan di pasaran karena gangguan layanan pemesanan dan pengiriman barang.
Serangan berlangsung sejak Juli 2022, tetapi baru-baru ini Qilin berhasil mengganggu sistem Asahi sehingga perusahaan harus menghentikan produksi di beberapa pabriknya. Namun, operasional produksi telah kembali normal per tanggal 2 Oktober 2025 setelah melakukan perbaikan dan pemulihan sistem.
Qilin juga mengklaim telah mencuri lebih dari 9.300 file dokumen internal milik Asahi dengan total ukuran data sekitar 27GB. Informasi tersebut mereka unggah di situs mereka sebagai bentuk tekanan untuk menuntut tebusan. Pihak Asahi saat ini masih menyelidiki kasus ini dan belum memberikan tanggapan lebih jauh mengenai klaim tersebut.
Kelompok ransomware ini diketahui telah melakukan sekitar 870 serangan siber sejak tahun 2022. Salah satu serangan mereka yang terdokumentasi adalah terhadap Synnovis, penyedia layanan diagnostik di Inggris, yang bahkan berkontribusi pada kematian seorang pasien di London pada 2025.
Serangan semacam ini menunjukkan betapa rentannya perusahaan besar terhadap ancaman dunia maya. Penting untuk meningkatkan sistem keamanan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi serangan ransomware agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan dan konsumen.
Analisis Ahli
Mikko Hypponen (Chief Research Officer, F-Secure)
Serangan ransomware yang menyerang rantai produksi sebuah perusahaan besar menggambarkan bagaimana kelompok kriminal dunia maya semakin terorganisasi dan fokus pada target yang menghasilkan keuntungan besar.Bruce Schneier (Pakaryan keamanan siber dan kriptografi)
Perusahaan besar sering menjadi target utama ransomware karena nilai data dan operasi mereka yang tinggi, sehingga perlu ada pendekatan sistemik terhadap pencegahan dan respons insiden.

