Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Qantas Alami Kebocoran Data Besar, Jutaan Pelanggan Terkena Dampak Serangan Siber

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
13 Okt 2025
146 dibaca
2 menit
Qantas Alami Kebocoran Data Besar, Jutaan Pelanggan Terkena Dampak Serangan Siber

Rangkuman 15 Detik

Kebocoran data pelanggan Qantas Airways merupakan salah satu yang terbesar di Australia.
Serangan siber ini menunjukkan pentingnya keamanan siber bagi perusahaan besar.
Data sensitif yang dicuri dapat berdampak serius pada privasi pelanggan.
Qantas Airways, sebuah maskapai penerbangan besar asal Australia, terkena serangan kriminal siber pada Juli 2025 yang mencuri data pelanggan. Serangan ini dianggap sebagai pembobolan data terbesar yang dialami perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Data yang dicuri meliputi nomor telepon, tanggal lahir, dan alamat rumah pelanggan. Selain data itu, nama dan alamat email lebih dari 4 juta pelanggan lain juga berhasil bocor dalam serangan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa dampak yang dirasakan sangat luas dan tidak hanya terbatas pada informasi pribadi yang sangat sensitif saja. Kelompok peretas yang bertanggung jawab atas serangan ini dikenal dengan nama Scattered Lapsus$ Hunters. Mereka berhasil mencuri data melalui platform pihak ketiga yang menjadi bagian dari sistem Qantas. Ini mengingatkan kita bahwa keamanan siber tidak hanya tergantung pada perusahaan utama tetapi juga mitra dan penyedia layanan lainnya. Qantas bekerja sama dengan ahli keamanan siber untuk menyelidiki situasi ini dan mendapatkan perintah pengadilan agar data yang sudah dicuri tidak disebarkan atau digunakan secara ilegal oleh pihak manapun. Maskapai ini belum memberikan komentar lebih lanjut terkait laporan pelepasan data tersebut. Serangan siber ini menjadi pembobolan data tercanggih di Australia sejak kejadian serupa yang menimpa perusahaan telekomunikasi Optus dan perusahaan asuransi kesehatan Medibank pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan tren peningkatan ancaman keamanan siber bagi perusahaan besar di Australia dan dunia.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Jurnalis keamanan siber)
Serangan yang melibatkan platform pihak ketiga ini mengindikasikan bahwa rantai pasokan digital menjadi titik lemah utama yang sering diabaikan oleh perusahaan besar.
Eva Galperin (Direktur Keamanan Siber Electronic Frontier Foundation)
Penekanan pada langkah pencegahan dan tindakan hukum seperti perintah pengadilan penting, tetapi yang paling utama adalah bagaimana perusahaan bisa memperbaiki sistem keamanan internalnya untuk mencegah kebocoran dari awal.