Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Operasi Internasional Berhasil Bekuk Sindikat Malware Infostealer dan Amankan Data Curian

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (9mo ago) cyber-security (9mo ago)
13 Jun 2025
169 dibaca
1 menit
Operasi Internasional Berhasil Bekuk Sindikat Malware Infostealer dan Amankan Data Curian

Rangkuman 15 Detik

Penegakan hukum internasional dapat efektif dalam memberantas sindikat kejahatan siber.
Malware infostealer merupakan ancaman serius bagi keamanan data dan keuangan pengguna.
Kerjasama antara perusahaan keamanan siber dan lembaga penegak hukum sangat penting dalam mengatasi kejahatan siber.
Operasi besar bernama Operation Secure yang dikordinasi oleh Interpol berhasil menggulung sindikat internasional yang mencuri data finansial menggunakan malware infostealer. Operasi ini melibatkan 26 negara dan berlangsung dari Januari hingga April 2025. Dalam operasi ini, 32 pelaku berhasil ditangkap, 41 server yang digunakan untuk aktivitas kejahatan disita, serta lebih dari 20.000 IP dan domain berbahaya diputus. Selain itu, 100 GB data curian berhasil diamankan dan 216.000 korban sudah diinformasikan mengenai pencurian data mereka. Sindikat menggunakan 117 server di Hong Kong sebagai pusat operasi untuk melakukan phishing, penipuan daring, dan penyebaran malware. Di Vietnam, 18 orang juga ditangkap termasuk pemimpin sindikat yang secara ilegal menjual akun-akun korporasi. Beberapa perusahaan keamanan siber ternama seperti Kaspersky, Group-IB, dan Trend Micro membantu dalam mengidentifikasi dan melacak aktivitas sindikat. Mereka fokus pada tiga malware teraktif yaitu Lumma, RisePro, dan META Stealer yang berperan besar dalam pencurian data. Malware infostealer menjadi ancaman terbesar dalam dunia keamanan siber saat ini karena sering menjadi akar dari pembobolan data besar yang menimpa perusahaan besar di dunia seperti UnitedHealth, PowerSchool, dan Snowflake.