Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Operasi Global Bongkar Sindikat Malware Infostealer yang Serang Data Keuangan

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (9mo ago) cyber-security (9mo ago)
19 Jun 2025
182 dibaca
1 menit
Operasi Global Bongkar Sindikat Malware Infostealer yang Serang Data Keuangan

Rangkuman 15 Detik

Operasi Secure berhasil menangkap 32 pelaku pencurian data internasional.
Malware infostealer menjadi ancaman siber terbesar yang mencuri data sensitif.
Kerjasama internasional dan dukungan berbagai perusahaan keamanan siber sangat penting dalam memerangi kejahatan siber.
Penegak hukum internasional melaksanakan operasi khusus bernama 'Operation Secure' untuk membongkar sindikat kejahatan siber yang mencuri data keuangan menggunakan malware infostealer. Operasi ini berlangsung dari Januari sampai April 2025 dan melibatkan 26 negara secara kolaboratif. Hasil operasi ini sangat signifikan, dengan penangkapan 32 pelaku dan penyitaan 41 server yang digunakan sebagai basis operasi sindikat. Selain itu, lebih dari 20.000 alamat IP dan domain ilegal berhasil diputus agar operasi kejahatan siber tidak dapat berlanjut. Malware infostealer adalah jenis perangkat lunak jahat yang mencuri data penting dari korban seperti akun keuangan, cookie browser, dan dompet kripto. Data ini kemudian dijual secara ilegal di pasar gelap atau digunakan untuk melakukan kejahatan lanjutan. Hong Kong ditemukan sebagai pusat kendali sindikat dengan 117 server untuk melakukan berbagai kejahatan siber seperti phishing dan penipuan media sosial. Di Vietnam, polisi menangkap 18 orang termasuk pemimpin sindikat yang menjual akun korporasi secara ilegal. Operasi ini juga didukung oleh perusahaan keamanan seperti Kaspersky, Group-IB, dan Trend Micro yang membantu mengidentifikasi jaringan malware aktif seperti Lumma, RisePro, dan META Stealer, memperkuat penegakan hukum dalam memberantas ancaman siber global.