Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Operasikan Pusat Data Bawah Laut Komersial Pertama untuk Hemat Energi

Teknologi
Pengembangan Software
software-development (5mo ago) software-development (5mo ago)
08 Okt 2025
233 dibaca
2 menit
China Operasikan Pusat Data Bawah Laut Komersial Pertama untuk Hemat Energi

Rangkuman 15 Detik

Pusat data bawah laut di Hainan merupakan langkah inovatif dalam mengurangi biaya energi.
Proyek ini mendukung pengembangan ekonomi biru Tiongkok dan menarik investasi asing.
Tiongkok menjadi negara pertama yang mengoperasionalkan pusat data bawah laut secara komersial.
China baru saja meluncurkan pusat data bawah laut komersial pertama di dunia yang terletak di lepas pantai Hainan. Proyek ini menempatkan server data di dalam kabin besar seberat 1,433 ton yang berada 35 meter di bawah permukaan laut. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya energi dan memanfaatkan suhu laut yang stabil sebagai pendingin alami sehingga lebih efisien dibandingkan data center konvensional di darat. Pusat data bawah laut ini dapat menampung hingga 500 server dalam 24 rak. Teknologi ini memanfaatkan arus laut untuk mendinginkan server tanpa harus menggunakan sistem pendingin listrik yang boros energi. Hal ini membuat pengoperasian lebih ramah lingkungan dan dapat menekan biaya operasional yang selama ini menjadi kendala utama di pusat data land-based. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari rencana besar pemerintah Hainan untuk mengembangkan zona perdagangan bebas menjadi pusat inovasi teknologi dan kelautan. Rencananya, akan dibangun jaringan penuh berisi 100 kabin data bawah laut di masa depan untuk mendukung riset kelautan, layanan digital, dan manufaktur pintar, sekaligus memperkuat ekonomi biru China. Selain itu, kebijakan baru yang memungkinkan kepemilikan asing penuh dalam bisnis data center di Hainan bertujuan menarik investasi global, khususnya dari perusahaan teknologi besar yang ingin memanfaatkan potensi pasar dan teknologi data terbaru di China. Ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi permintaan data center global yang meningkat pesat akibat kemajuan kecerdasan buatan. Berbeda dengan Microsoft yang sebelumnya hanya menguji coba data center bawah laut secara eksperimental di Skotlandia dan menghentikan proyeknya, China berhasil mengoperasikan skala komersialnya secara nyata. Keberhasilan ini menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur data dan bisa menjadi model di tingkat global dalam pengelolaan pusat data yang berkelanjutan dan efisien.

Analisis Ahli

Giulia Interesse
Dengan membuka kepemilikan penuh asing di data center, China berusaha menarik raksasa teknologi global dan memperkuat posisi strategisnya dalam infrastruktur data dunia.