Zelda Williams Serukan Penghentian Video Deepfake Ayahnya yang Sudah Meninggal
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Okt 2025
15 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Zelda Williams mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap penggunaan video AI yang menampilkan ayahnya.
Aplikasi Sora mengizinkan pembuatan deepfake, termasuk citra orang yang telah meninggal, yang memicu kritik.
Pentingnya menghormati legasi dan hak cipta dalam penggunaan teknologi AI.
Zelda Williams, putri almarhum aktor Robin Williams, meminta para penggemar agar berhenti mengirimkan video deepfake bertema ayahnya yang telah meninggal. Ia menyatakan bahwa video-video seperti itu tidak hanya menyakitkan baginya secara pribadi, tetapi juga tidak mencerminkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh ayahnya.
Baru-baru ini, OpenAI merilis model video deepfake bernama Sora 2 yang memungkinkan pengguna membuat video realistis dari diri mereka sendiri, teman, karakter kartun, dan bahkan orang yang sudah meninggal. Aplikasi ini membuat banyak video tokoh sejarah dan selebritas meninggal dunia menjadi viral, termasuk Robin Williams, yang mendapat perhatian khusus dari keluarganya.
Meskipun Sora 2 membatasi pembuatan deepfake untuk orang yang masih hidup tanpa izin, batasan ini tidak berlaku untuk orang yang telah meninggal. Hal ini menimbulkan masalah etika karena pihak yang sudah meninggal tidak dapat memberikan persetujuan, sementara keluarganya merasa dirugikan oleh penggunaan teknologi tersebut.
OpenAI juga mendapat kritik karena pendekatannya yang longgar terhadap hak cipta karakter dan tokoh terkenal, serta kurangnya tanggung jawab dalam mengatur konten yang dihasilkan. Hal ini telah memicu kecaman dari badan industri seperti Motion Picture Association yang menuntut perlindungan hukum bagi para kreator.
Situasi ini mengingatkan kita bahwa teknologi AI yang sangat canggih dapat menjadi pedang bermata dua. Tanpa regulasi yang tepat dan kesadaran etis, AI deepfake dapat menyakiti banyak pihak, merusak warisan orang yang sudah tiada, dan membuka peluang untuk penyalahgunaan besar di masa depan.
Analisis Ahli
Prof. Sherry Turkle
Penting untuk menempatkan etika sebagai fondasi dalam pengembangan AI, karena teknologi tanpa regulasi sosial yang tepat dapat menimbulkan trauma dan penyalahgunaan identitas dalam dunia digital.Lawrence Lessig
Hukum harus berkembang seiring teknologi, terutama untuk melindungi hak dan martabat individu, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal, agar teknologi tidak lepas kendali dan merusak norma sosial.

