Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Zelda Williams Serukan Penghentian Video Deepfake Ayahnya Yang Sudah Meninggal

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
08 Okt 2025
1212 dibaca
2 menit
Zelda Williams Serukan Penghentian Video Deepfake Ayahnya Yang Sudah Meninggal

TLDR

Zelda Williams mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap penggunaan video AI yang menampilkan ayahnya.
Aplikasi Sora mengizinkan pembuatan deepfake, termasuk citra orang yang telah meninggal, yang memicu kritik.
Pentingnya menghormati legasi dan hak cipta dalam penggunaan teknologi AI.
Zelda Williams, putri almarhum aktor Robin Williams, meminta para penggemar agar berhenti mengirimkan video deepfake bertema ayahnya yang telah meninggal. Ia menyatakan bahwa video-video seperti itu tidak hanya menyakitkan baginya secara pribadi, tetapi juga tidak mencerminkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh ayahnya.Baru-baru ini, OpenAI merilis model video deepfake bernama Sora 2 yang memungkinkan pengguna membuat video realistis dari diri mereka sendiri, teman, karakter kartun, dan bahkan orang yang sudah meninggal. Aplikasi ini membuat banyak video tokoh sejarah dan selebritas meninggal dunia menjadi viral, termasuk Robin Williams, yang mendapat perhatian khusus dari keluarganya.Meskipun Sora 2 membatasi pembuatan deepfake untuk orang yang masih hidup tanpa izin, batasan ini tidak berlaku untuk orang yang telah meninggal. Hal ini menimbulkan masalah etika karena pihak yang sudah meninggal tidak dapat memberikan persetujuan, sementara keluarganya merasa dirugikan oleh penggunaan teknologi tersebut.OpenAI juga mendapat kritik karena pendekatannya yang longgar terhadap hak cipta karakter dan tokoh terkenal, serta kurangnya tanggung jawab dalam mengatur konten yang dihasilkan. Hal ini telah memicu kecaman dari badan industri seperti Motion Picture Association yang menuntut perlindungan hukum bagi para kreator.Situasi ini mengingatkan kita bahwa teknologi AI yang sangat canggih dapat menjadi pedang bermata dua. Tanpa regulasi yang tepat dan kesadaran etis, AI deepfake dapat menyakiti banyak pihak, merusak warisan orang yang sudah tiada, dan membuka peluang untuk penyalahgunaan besar di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.