Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Batasi Video AI Martin Luther King Jr. di Platform Barunya Sora

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
17 Okt 2025
126 dibaca
2 menit
OpenAI Batasi Video AI Martin Luther King Jr. di Platform Barunya Sora

Rangkuman 15 Detik

OpenAI menanggapi permintaan estate Martin Luther King Jr. untuk mengontrol penggunaan citra ayahnya.
Peluncuran platform Sora oleh OpenAI memicu perdebatan publik mengenai etika dan risiko video yang dihasilkan AI.
Kontroversi seputar video AI menciptakan tantangan dalam mengelola hak cipta di era digital.
OpenAI baru-baru ini meluncurkan platform video sosial bernama Sora yang memungkinkan pengguna membuat video AI realistis yang menyerupai tokoh sejarah, teman, dan bahkan diri mereka sendiri. Fitur ini memicu kontroversi karena beberapa pengguna menyalahgunakan teknologi untuk membuat video yang tidak pantas, termasuk video yang menyerupai Martin Luther King Jr. Keluarga Martin Luther King Jr. sangat keberatan dengan penggunaan wajah almarhum secara tidak hormat dan meminta OpenAI untuk menghentikan penggunaan ini. Sebagai tanggapan, OpenAI memutuskan untuk membatasi kemampuan pengguna membuat video yang menyerupai Dr. King, dan akan memberikan hak kontrol lebih besar kepada pemilik hak cipta atau ahli waris figur publik di platform mereka. Kontroversi yang muncul menunjukkan betapa pentingnya perlindungan hak pribadi dan etika dalam pengembangan teknologi video AI, terutama ketika berhubungan dengan tokoh publik yang bersejarah. Kasus ini juga menyoroti risiko penyebaran konten yang merendahkan dan menyalahgunakan citra tokoh penting. Selain Martin Luther King Jr., ada juga permintaan serupa dari keluarga tokoh lain seperti anak Robin Williams. OpenAI kini tengah berusaha mengembangkan kebijakan dan fitur moderasi untuk melindungi nama dan citra publik agar tidak disalahgunakan oleh pengguna Sora. Kendati demikian, OpenAI tetap mendorong pembelajaran lewat akses publik pada teknologi ini dengan harapan menemukan cara terbaik menjaga keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, perusahaan juga memilih pendekatan lebih longgar pada aplikasi ChatGPT untuk jenis penggunaan lain seperti percakapan dewasa.

Analisis Ahli

Sam Altman
OpenAI merasa ‘trepidasi’ atau was-was tentang dampak Sora sejak hari peluncuran, menunjukkan kesadaran mendalam terhadap risiko teknologi ini.
Nick Turley
Membuka akses teknologi baru ke publik adalah cara terbaik untuk belajar dan memahami potensinya, tapi juga menuntut tindakan moderasi yang terus berkembang.