India Pilih Fokus pada Uang Digital Negara, Tolak Gelombang Regulasi Kripto
Finansial
Mata Uang Kripto
07 Okt 2025
90 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
India tidak mendukung cryptocurrency tanpa dukungan nyata dan lebih memilih mata uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral.
Pemerintah India memberlakukan pajak tinggi pada cryptocurrency sebagai bentuk pengaturan.
India tetap berbeda dari negara-negara lain yang mengadopsi regulasi pro-crypto dan mempercepat adopsi cryptocurrency.
India belum melarang mata uang kripto, tetapi pemerintah memberlakukan pajak tinggi pada aset digital pribadi. Menteri Piyush Goyal menegaskan bahwa pemerintah tidak mendukung kripto yang tidak memiliki jaminan dari negara, demi menghindari risiko bagi masyarakat.
Sementara banyak negara maju mengembangkan aturan dan regulasi yang mendukung pemanfaatan mata uang kripto, India memilih untuk memprioritaskan pengembangan Rupee digital yang dikeluarkan oleh Bank Sentral India atau RBI.
Negara-negara tetangga Asia seperti Singapura, Hong Kong, dan Jepang semakin membuka peluang investasi dan adopsi kripto dengan regulasi yang jelas dan insentif pajak. Sebaliknya, India lebih memilih untuk membatasi investasi pada aset digital swasta.
Di saat yang sama, negara Barat mulai mengurangi minat terhadap mata uang digital bank sentral karena berbagai tantangan seperti privasi dan keamanan, namun India tetap berkomitmen dengan proyek CBDC-nya.
Langkah India ini sangat berbeda dengan tren global dan berpotensi membuat pasar keuangannya kurang kompetitif di kawasan. Keberhasilan Rupee digital masih harus dibuktikan di masa depan.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
India's cautious stance reflects real risks in crypto, but avoiding innovation risks economic isolation.Neha Narula
Fokus pada CBDC is smart, but balanced regulation of private crypto can foster more financial innovation.