Kontroversi Game Upin & Ipin Universe: Harga Mahal, Bug, dan Isu Hak Karyawan
Courtesy of CNBCIndonesia

Kontroversi Game Upin & Ipin Universe: Harga Mahal, Bug, dan Isu Hak Karyawan

Menginformasikan kontroversi yang melingkupi game Upin & Ipin Universe, mulai dari masalah harga, bug, perlakuan terhadap karyawan, hingga pelanggaran hak cipta yang menyebabkan boikot oleh komunitas dan kecaman publik terhadap pihak pengembang.

29 Jul 2025, 13.55 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Harga game Upin & Ipin Universe dianggap tidak wajar oleh banyak gamer.
  • Terdapat masalah serius terkait pembayaran gaji karyawan di Streamline Studios.
  • Les Copaque Production menghadapi kritik terkait hak cipta dan perlakuan terhadap kreator konten.
Jakarta, Indonesia - Game Upin & Ipin Universe sedang ramai menjadi bahan perbincangan di kalangan gamer. Banyak warganet yang menganggap harga game ini terlalu mahal, yaitu sekitar Rp650.000, namun kualitas dan kontennya tidak sebanding dan penuh bug saat dimainkan.
Selain itu, muncul seruan boikot di media sosial dengan tagar #BoikotLesCopaque dan #BoikotStreamlineMedia karena isu serius terkait keterlambatan pembayaran gaji kepada karyawan Streamline Studios yang mengembangkan game ini.
Kontroversi juga semakin lebar ketika dua kreator konten gaming, termasuk Windah Basudara, mendapat pelanggaran hak cipta saat menayangkan permainan game ini di YouTube, meskipun mereka sudah membeli game secara resmi.
Les Copaque Production kemudian memberikan klarifikasi bahwa pelanggaran hak cipta terjadi karena musik dalam game memiliki lisensi khusus yang menyebabkan strike, dan mereka sedang berupaya agar video kreator konten tidak terkena copyright lagi.
Pihak pengembang juga menyangkal isu tidak membayar karyawan, menyatakan semua hak sudah dibayar, dan berjanji akan memperbaiki bug melalui pembaruan patch demi meningkatkan pengalaman pemain.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250729112421-37-653114/upin-ipin-universe-diserang-warga-malaysia-teriak-boikot

Analisis Ahli

Analis Industri Game
"Masalah bug dan isu internal sangat umum dalam industri game, namun respons cepat dan transparan dari pengembang sangat penting untuk menjaga komunitas tetap solid dan mencegah boikot."
Pengamat Media Digital
"Kasus pelanggaran hak cipta terhadap kreator konten mengindikasikan perlunya pengembang game dan studio hiburan untuk lebih menghargai ekosistem kreator yang berperan sebagai promotor dan bagian dari pemasaran."

Analisis Kami

"Kontroversi ini menunjukkan kurangnya komunikasi dan manajemen yang baik antara pengembang game dengan pengguna serta pekerja mereka. Penyelesaian transparan dan perbaikan kualitas sangat penting agar kepercayaan publik dan komunitas kreator konten bisa pulih kembali."

Prediksi Kami

Jika masalah bug, pembayaran karyawan, dan pelanggaran hak cipta tidak segera ditangani dengan baik, reputasi kedua studio pembuat game bisa semakin menurun dan boikot akan meluas di kalangan gamer dan kreator konten.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa alasan utama warganet memboikot game Upin & Ipin Universe?
A
Warganet memboikot game tersebut karena harga yang dianggap tidak sebanding dengan kualitas, serta masalah internal terkait pembayaran karyawan.
Q
Berapa harga game Upin & Ipin Universe yang dianggap terlalu mahal?
A
Harga game Upin & Ipin Universe berada di kisaran 177 ringgit Malaysia, sekitar Rp 650.000.
Q
Apa masalah yang dihadapi karyawan di Streamline Studios?
A
Karyawan di Streamline Studios mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama berbulan-bulan dan ada mantan karyawan yang belum mendapatkan haknya.
Q
Mengapa Windah Basudara mendapatkan pelanggaran hak cipta?
A
Windah Basudara mendapatkan pelanggaran hak cipta karena penggunaan musik dalam game yang memiliki lisensi, meskipun ia membeli game tersebut.
Q
Apa tanggapan Les Copaque Production terhadap kritik yang diterima?
A
Les Copaque Production menjelaskan bahwa pelanggaran hak cipta terjadi karena musik dalam game, dan mereka sedang mencari solusi agar konten kreator tidak terkena masalah serupa.