Eddy Lim Bantah PUBG Penyebab Bom SMAN 72, Pemerintah Diminta Atur Game Online
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
11 Nov 2025
20 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kasus bom di SMAN 72 Jakarta tidak dapat disimpulkan hanya karena pengaruh game.
Pemerintah perlu melakukan kajian mendalam sebelum mengambil langkah untuk melarang game tertentu.
Klasifikasi usia game sudah diterapkan untuk melindungi generasi muda dari konten negatif.
Kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta memicu wacana pelarangan game PUBG yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut. Namun, Eddy Lim, mantan Ketua Umum Indonesia Esports Association, membantah bahwa game tersebut menjadi penyebab insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa PUBG dimainkan oleh banyak orang di seluruh dunia dan tidak ada bukti game tersebut menyebabkan kekerasan seperti ledakan bom.
Menurut Eddy Lim, jika memang perilaku kekerasan berasal dari game jenis first person shooter seperti PUBG, maka bukan hanya PUBG saja yang harus diblokir, tetapi semua game FPS. Ia juga menilai penilaian terkait kasus ledakan tersebut terlalu cepat dan perlu diteliti lebih mendalam agar tidak menyalahkan game secara sepihak.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah perlu mencari cara membatasi dampak negatif dari game online, karena ada kemungkinan beberapa konten dalam game dapat memengaruhi perilaku generasi muda di masa depan. Pernyataan ini disampaikan setelah rapat terbatas bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta pada November 2025.
Pemerintah sebelumnya sudah meluncurkan sistem klasifikasi usia untuk game yang dikenal dengan IGRS. Sistem ini menuntut penerbit game menentukan kategori usia permainan dan dilakukan pengecekan berkala oleh Kementerian Kominfo dan Digital untuk memastikan kesesuaian. Hal ini bertujuan agar orangtua dan pengguna dapat mengetahui batasan usia yang tepat untuk permainan.
Eddy Lim juga berpendapat bahwa label usia yang diberikan oleh pengembang game sudah cukup dan tidak perlu dibuat otoritas khusus lain untuk memberi rating. Ia menilai bahwa hasil klasifikasi dari pengembang biasanya sesuai dan sudah memadai dalam mengatur akses para pemain game.
Analisis Ahli
Eddy Lim
Pengaruh buruk game sering dilebih-lebihkan dan pengawasan sebaiknya dilakukan dengan sistem klasifikasi usia yang sudah ada.Mensesneg Prasetyo Hadi
Pembatasan pengaruh game online penting untuk memperhatikan aspek perilaku generasi muda tanpa menutup peluang hiburan digital.

