Kesulitan Penghasilan Influencer di Era Persaingan dan Kebijakan Baru Platform
Bisnis
Marketing
27 Okt 2025
58 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Industri influencer semakin kompetitif dan sulit untuk menghasilkan pendapatan yang stabil.
Monetisasi melalui platform media sosial mengalami perubahan kebijakan yang berdampak pada penghasilan kreator.
Banyak influencer kini mencari cara alternatif untuk meningkatkan pendapatan di luar pendapatan dari platform.
Dunia influencer yang dulu menjanjikan jalan cepat menuju popularitas dan uang besar kini menghadapi tantangan besar. Persaingan semakin ketat, dan pendapatan dari platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram mulai menurun. Banyak kreator mengaku sulit untuk mendapatkan penghasilan yang stabil dan cukup, meski jumlah pengikut mereka bertambah.
Platform media sosial kini menerapkan aturan yang lebih ketat dalam membagikan uang pada kreator. Adanya syarat minimum seperti jumlah follower dan jumlah tayangan membuat kreativitas influencer harus terus meningkat agar bisa menghasilkan pendapatan. Di sisi lain, brand-brand besar semakin selektif memilih siapa yang diajak kerja sama, sehingga peluang kerja sama tersebut semakin sulit diperoleh.
Beberapa influencer terkenal memberikan gambaran nyata kondisi sekarang. Misalnya Clint Brantley yang memiliki ratusan ribu pengikut namun penghasilannya masih di bawah gaji rata-rata pekerja di Amerika Serikat. Contoh lain, Ben-Hyun dan Danisha Carter yang juga merasakan penurunan pendapatan dari TikTok walaupun follower mereka besar, sehingga mereka harus mencari alternatif pendapatan lain seperti menjual merchandise.
Di Indonesia, pendapatan dari AdSense juga menjadi kendala karena nilainya yang jauh lebih kecil dibanding negara lain. Sehingga, influencer lebih mengandalkan kerja sama brand untuk penghasilan utama. Tren konten juga berubah dari yang lebih informatif atau edukatif menjadi lebih menghibur, mirip televisi, yang membuat situasi bagi kreator konten semakin rumit.
Hal ini membuat profesi influencer menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan banyak tekanan. Kreator harus bisa konsisten dan inovatif dalam membuat konten agar tetap disukai audiens. Dengan perubahan kebijakan dan model bisnis platform, hanya kreator yang mampu beradaptasi dan mengambil peluang brand dengan cermat yang akan mampu bertahan dan mendapatkan penghasilan cukup di masa depan.
Analisis Ahli
Jasmine Enberg
Kreator yang bisa hidup dengan menjadi influencer telah melakukan pekerjaan ini selama bertahun-tahun dan kebanyakan tidak menjadi besar dalam waktu singkat.Fitra Eri
Nilai iklan AdSense di Indonesia sangat kecil dan penghasilan sebenarnya lebih banyak dari kerja sama brand dengan harga yang bisa berkali-kali lipat dibanding AdSense.Romi
Pergeseran konten yang dominan ke hiburan membuat karakter industri berubah dan berpengaruh pada penurunan pendapatan kreator yang fokus pada konten edukasi.Mikhail
Penurunan pendapatan dari AdSense bukan hanya karena algoritma, tapi juga karena lonjakan jumlah konten kreator baru yang menyebabkan persaingan semakin besar.