Bid pagi: Demam imbal hasil global mereda, tetapi kondisi EM semakin ketat.
Courtesy of YahooFinance

Rangkuman Berita: Bid pagi: Demam imbal hasil global mereda, tetapi kondisi EM semakin ketat.

YahooFinance
DariĀ YahooFinance
10 Januari 2025 pukul 04.51 WIB
160 dibaca
Share
Investor di Asia menghadapi akhir pekan yang penuh tantangan, berharap pasar akan lebih tenang setelah fluktuasi nilai dolar dan sesi pasar obligasi AS yang lebih pendek. Meskipun pasar saham Jepang diperkirakan akan dibuka datar, Nikkei diprediksi mengalami penurunan sekitar 0,7% dalam seminggu ini. Sementara itu, saham China juga diperkirakan tidak akan banyak berubah, meskipun sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 5% dalam seminggu terakhir, yang menunjukkan ketidakpastian di pasar. Kondisi keuangan di China saat ini sangat ketat, dan angka inflasi terbaru tidak menunjukkan perbaikan. Para ekonom memperkirakan bahwa tekanan deflasi akan terus berlanjut, dan jika terjadi perang dagang baru dengan AS, hal ini bisa memperburuk situasi. Di Jepang, investor akan memantau pengeluaran rumah tangga untuk melihat dampak dari kenaikan upah yang tertinggi dalam beberapa dekade. Data dari Jepang, India, dan Malaysia diharapkan dapat memberikan arah lebih lanjut bagi pasar pada hari Jumat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diharapkan investor Asia menjelang akhir minggu?
A
Investor Asia berharap ketenangan yang relatif pada dolar dan sesi pasar obligasi AS yang lebih pendek dapat berlanjut.
Q
Bagaimana kinerja saham China selama minggu ini?
A
Saham China diperkirakan akan berakhir minggu ini tanpa perubahan signifikan, setelah mengalami penurunan lebih dari 5% minggu lalu.
Q
Apa yang dikatakan Goldman Sachs tentang kondisi keuangan di China?
A
Goldman Sachs menyatakan bahwa kondisi keuangan di China adalah yang paling ketat sejak April lalu.
Q
Apa yang diharapkan dari pengeluaran rumah tangga Jepang?
A
Investor mengharapkan tanda-tanda awal bahwa kesepakatan upah terbaru di Jepang mulai meningkatkan pengeluaran konsumen.
Q
Apa dampak yang mungkin terjadi jika terjadi perang dagang antara China dan AS?
A
Perang dagang antara China dan AS dapat memiliki efek deflasi, memperburuk masalah kelebihan kapasitas di China.

Rangkuman Berita Serupa

Bid Pagi: Menunggu gelombang data dari China, imbal hasil AS melorot lebih rendahYahooFinance
Bisnis
3 bulan lalu
58 dibaca
Bid Pagi: Menunggu gelombang data dari China, imbal hasil AS melorot lebih rendah
Bid Pagi: Tidak ada pelonggaran dari dolar, pengetatan imbal hasil ASYahooFinance
Finansial
3 bulan lalu
157 dibaca
Bid Pagi: Tidak ada pelonggaran dari dolar, pengetatan imbal hasil AS
Bid Pagi: Data pekerjaan AS yang panas memicu kenaikan imbal hasil, menghukum sahamYahooFinance
Bisnis
3 bulan lalu
121 dibaca
Bid Pagi: Data pekerjaan AS yang panas memicu kenaikan imbal hasil, menghukum saham
Hasil yang meningkat menekan selera risiko, Jepang memperingatkan tentang yen.YahooFinance
Bisnis
3 bulan lalu
78 dibaca
Hasil yang meningkat menekan selera risiko, Jepang memperingatkan tentang yen.
Bid Pagi: Imbal hasil dua tahun China mengincar penurunan di bawah 1,00%YahooFinance
Bisnis
3 bulan lalu
115 dibaca
Bid Pagi: Imbal hasil dua tahun China mengincar penurunan di bawah 1,00%
Bid Pagi: Mencari ketenangan dari Fed; PBOC siap untuk mempertahankan posisiYahooFinance
Bisnis
4 bulan lalu
112 dibaca
Bid Pagi: Mencari ketenangan dari Fed; PBOC siap untuk mempertahankan posisi