Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

Share

Kumpulan artikel ini mengulas dinamika pasar kripto, terutama Bitcoin, yang dipengaruhi oleh keputusan penambang publik menjual aset demi pendanaan AI, aliran masuk dan keluar ETF, tekanan likuiditas serta gejolak geopolitik seperti konflik di Iran. Selain itu, perkembangan token altcoin dan strategi institusional turut menambah kompleksitas pergerakan pasar.

12 Mar 2026, 19.49 WIB

Cryptio Raih Dana Rp 751.50 miliar ($45 Juta) Dorong Akuntansi Aset Digital untuk Institusi

Cryptio Raih Dana Rp 751.50 miliar ($45 Juta)  Dorong Akuntansi Aset Digital untuk Institusi
Cryptio mengumumkan pendanaan Seri B sebesar 45 juta dolar AS yang dipimpin oleh BlackFin Capital dan Sentinel Global. Pendanaan ini terjadi saat adopsi aset digital oleh institusi keuangan dan perusahaan semakin meluas. Regulasi yang lebih jelas dari SEC dan FASB juga menurunkan hambatan untuk institusi. Perangkat lunak Cryptio memudahkan perusahaan melacak aset digital mereka di berbagai dompet, kustodian, dan bursa. Selain itu, platform ini membantu pengelolaan pinjaman kripto dan pencatatan laporan keuangan berdasarkan nilai wajar. Klien mereka meliputi Circle Internet dan Société Générale, dengan total pengguna lebih dari 450 perusahaan. Dengan dana baru ini, Cryptio dapat mempercepat pengembangan dan memperluas pasarnya, terutama di kalangan institusi besar. Pendekatan integrasi dengan sistem akuntansi tradisional memungkinkan adopsi yang lebih mudah dan membantu perusahaan mematuhi aturan pelaporan keuangan terbaru.
12 Mar 2026, 18.15 WIB

Volatilitas Bitcoin Meningkat, Derivatif di Binance Lima Kali Lebih Aktif dari Spot

Volatilitas Bitcoin Meningkat, Derivatif di Binance Lima Kali Lebih Aktif dari Spot
Volume perdagangan derivatif di Binance telah melampaui volume perdagangan spot lebih dari lima kali lipat, menandakan dominasi posisi leverage dalam menentukan harga bitcoin. Data CryptoQuant menunjukkan rasio futures terhadap spot mencapai 5,1, tertinggi sejak pertengahan 2023, menunjukkan pasar yang sangat volatif dan reaktif. Pertumbuhan signifikan pada perdagangan derivatif (20%) dibandingkan dengan pasar spot yang stagnan meningkatkan sensitivitas pasar terhadap likuidasi. Sementara itu, data on-chain mengindikasikan permintaan bitcoin negatif sebesar -30.800 BTC dalam 30 hari dan suplai dalam kerugian yang makin tinggi, yang historisnya menjadi sinyal penurunan lebih lanjut. Bitcoin diperdagangkan di kisaran Rp 1.16 juta ($69.400) setelah mengalami penurunan dalam waktu singkat, mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi akibat perilaku pasar derivatif dan data on-chain. Ini menunjukkan sejak akhir-akhir ini harga bitcoin bisa bergerak besar tapi sering kembali ke titik awal, yang penting untuk dipahami investor dalam pengambilan keputusan.
12 Mar 2026, 18.11 WIB

Bitcoin Bertahan Kuat Meski Ada Prediksi Anjlok ke 10.000 Dolar

Bitcoin Bertahan Kuat Meski Ada Prediksi Anjlok ke 10.000 Dolar
Harga bitcoin tetap stabil di sekitar 70.000 dolar AS walaupun terdapat prediksi bearish yang ekstrem dari para analis dan industri. Volume opsi put dengan harga strike rendah meningkat di platform Deribit, menunjukkan ada kekhawatiran potensi penurunan harga. Sebagian besar posisi opsi adalah short puts yang menunjukkan strategi hedge dan bukan taruhan langsung terhadap keruntuhan harga. Pasar tradisional mengalami volatilitas tinggi dengan kenaikan harga minyak yang mempengaruhi indeks volatilitas bond, memberikan tekanan pada aset berisiko termasuk kripto. Pengurangan leverage dalam pasar bitcoin dipandang sebagai faktor positif yang dapat menciptakan stabilitas untuk pergerakan harga berikutnya. Kondisi pasar yang stabil ini menunjukkan potensi konsolidasi dan membuka peluang reli harga setelah munculnya katalis makro yang jelas.
12 Mar 2026, 17.53 WIB

STRC Mendongkrak Pembelian Bitcoin Strategy dengan Risiko Imbal Hasil Tinggi

STRC Mendongkrak Pembelian Bitcoin Strategy dengan Risiko Imbal Hasil Tinggi
Strategy (MSTR) menggunakan saham preferen perpetual Stretch (STRC) untuk mengakumulasi lebih dari 34.000 bitcoin dengan membeli sekitar 7.000 BTC dalam sepekan lewat instrumen ini. STRC menawarkan yield sebesar 11,5% dan pembagian dividen setiap bulan, menarik permintaan investor dan korporasi. Permintaan terhadap STRC meningkat tajam, dengan perusahaan seperti Strive dan Apyx yang melakukan alokasi besar pada produk ini. Meskipun STRC dirancang agar harga tetap mendekati nilai par Rp 1.67 juta ($100) , harga pernah turun di bawah par, memaksa Strategy menaikkan dividen untuk menjaga harga. STRC menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan dana dengan hasil tinggi untuk membeli bitcoin. Namun, risiko kehilangan kepercayaan dan volatilitas harga di bawah nilai nominal menimbulkan potensi kerugian besar bagi investor jika terjadi penurunan kepercayaan.
12 Mar 2026, 17.51 WIB

Bitcoin Stabil di Tengah Ketakutan Pasar karena Konflik Timur Tengah dan Volatilitas Minyak

Bitcoin Stabil di Tengah Ketakutan Pasar karena Konflik Timur Tengah dan Volatilitas Minyak
Bitcoin tetap stabil dan bahkan menguat sekitar 7% di tengah ketegangan di Timur Tengah dan volatilitas harga minyak. Sentimen pasar menunjukkan ketakutan ekstrem dan bearish yang kuat pada posisi trading Bitcoin di pasar berjangka. Meski demikian, harga Bitcoin menunjukkan ketahanan luar biasa dibandingkan aset tradisional lainnya. Indeks ketakutan dan keserakahan tetap menunjukkan ketakutan tinggi sementara VIX index naik ke level tertinggi selama setahun terakhir. Funding rate Bitcoin berjangka negatif selama periode terpanjang sejak pasar membentuk dasar di April 2025. Permintaan institusional tetap kokoh, tercermin dalam transaksi privat yang mendukung harga Bitcoin. Ketahanan harga Bitcoin dapat menjadikannya alternatif investasi yang menarik di tengah ketidakpastian pasar global dan geopolitik. Kondisi ini memperkuat peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap gejolak pasar tradisional. Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan dinamika ini saat mengambil keputusan investasi ke depan.
12 Mar 2026, 17.33 WIB

Bitcoin dan Pasar Global Terkendali di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Harga Minyak

Harga Bitcoin tetap stabil di kisaran 69.000 sampai 71.700 dolar AS selama dua hari terakhir, menunjukkan volatilitas pasar yang menurun walau konflik di Timur Tengah sedang berlangsung. Ini memberi sinyal bahwa aset kripto kembali menjadi pilihan investor dalam ketidakpastian global. Serangan kapal di Selat Hormuz oleh Iran mengakibatkan harga minyak mendekati 100 dolar AS per barel, meningkatkan kekhawatiran pasokan energi dunia. Namun, token seperti HYPE, MORPHO, ETHFI, dan XMR justru menunjukkan kenaikan harga, berbeda dengan penurunan indeks saham utama AS. Indeks saham Nasdaq 100 dan S&P 500 melemah sekitar 0,6% sementara Dollar Index mendekati level 100 pasca data inflasi AS yang kuat. Hal ini mengindikasikan risiko penurunan suku bunga menjadi lebih kecil dan pasar berpotensi tetap berhati-hati dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
12 Mar 2026, 16.20 WIB

Revolusi Perdagangan Minyak: Tokenisasi Minyak Fisik dengan Blockchain INDEX

Proyek INDEX yang dipimpin oleh Baron Lamarre berencana meluncurkan token LITRO yang mewakili 1 liter minyak mentah yang benar-benar ada dan terverifikasi. Tujuannya adalah mengubah pasar minyak global yang masih bergantung pada sistem tradisional dengan proses panjang dan rumit. Index memastikan setiap token didukung oleh minyak fisik yang telah diaudit, diperdagangkan 24/7 dengan likuiditas tinggi menggunakan teknologi blockchain Arbitrum dan sistem logistik pintar. Proyek ini akan meluncur resmi pada Januari 2027 setelah tahap demo dan testnet di tahun 2026. Dengan sistem ini, perdagangan minyak menjadi lebih transparan, cepat, dan inklusif untuk berbagai pelaku pasar. Hal ini berpotensi menurunkan biaya transaksi, mempercepat penyelesaian, dan memungkinkan penukaran fisik secara langsung yang bisa merevolusi industri minyak global.
12 Mar 2026, 14.15 WIB

Tokenisasi Minyak Melalui Blockchain INDEX: Masa Depan Pasar Energi Global

Proyek INDEX mengembangkan platform blockchain untuk tokenisasi minyak berbasis token LITRO, dimana setiap token mewakili satu liter minyak mentah fisik. Konsep ini bertujuan untuk mengatasi sistem perdagangan minyak global yang lambat dan tertutup. Cadangan minyak yang sudah diaudit akan diterjemahkan ke token, dengan penyesuaian nilai sesuai indeks minyak global Brent dan WTI. Platform menggunakan teknologi blockchain Arbitrum dan sistem logistik pintar untuk memfasilitasi perdagangan dan pengiriman fisik. Peluncuran diharapkan pada Januari 2027 setelah fase testnet pada 2026. Ini akan membuka pasar minyak bagi investor lebih luas, mempercepat transaksi, dan memberikan transparansi serta kemudahan akses 24/7 yang saat ini sulit dicapai.
12 Mar 2026, 11.56 WIB

Ketegangan Timur Tengah Picu Penurunan Bitcoin Setelah Harga Minyak Melonjak

Bitcoin mengalami penurunan signifikan setelah serangan kapal tanker minyak di perairan Irak yang mendorong harga minyak Brent kembali naik di atas 100 dolar per barel. Serangan ini terjadi meski sebelumnya pasar sempat optimistis terhadap rencana cadangan minyak oleh IEA. Lonjakan harga minyak ini membawa kembali ketidakpastian dan risiko di pasar keuangan, terutama di sektor kripto. Harga Bitcoin berada pada kisaran 69.393 dolar AS dengan penurunan mingguan 4,3%, sementara Ethereum dan altcoin utama lainnya juga mengikuti tren menurun. Indeks MSCI Asia Pasifik melemah, menunjukkan adanya pelarian dari aset berisiko kecuali energi yang menguat. Permintaan Bitcoin tetap negatif dengan data on-chain yang menunjukkan penjualan besar-besaran saat harga naik, menandakan sentimen bearish mendominasi pasar. Kondisi geopolitik yang belum stabil dan harga minyak yang tinggi akan menyulitkan pergerakan positif pasar kripto hingga ada kepastian terkait durasi konflik dan keputusan Federal Reserve terkait suku bunga. Hal ini memperkuat pandangan stagflasi yang akan membuat prospek pemotongan suku bunga lebih jauh menjadi kurang realistis dalam waktu dekat.
12 Mar 2026, 06.00 WIB

SEC dan CFTC Bersinergi Bangun Regulasi Kripto yang Jelas dan Ramah Inovasi

SEC dan CFTC menandatangani nota kesepahaman untuk menyelaraskan regulasi dan pengawasan pada sektor kripto yang selama ini tumpang tindih. Nota kesepahaman ini menjadi inisiatif untuk mengurangi kebingungan di pasar dan memperjelas status regulasi aset kripto. Langkah ini menandai titik balik penting dalam regulasi kripto di Amerika Serikat. Dalam kesepakatan tersebut, kedua lembaga setuju untuk berbagi data secara rutin dan mengkoordinasikan tindakan penegakan hukum agar tidak terjadi denda ganda atau tuntutan duplikasi. Mereka juga menyediakan layanan pendaftaran ganda serta memfasilitasi pertemuan gabungan bagi pelaku usaha dalam pengajuan produk. Kepemimpinan kedua badan ini berada di bawah komisioner Republik hasil penunjukan pemerintahan Presiden Trump. Dengan koordinasi yang lebih baik dan kerangka regulasi yang disesuaikan, diharapkan pasar kripto di AS akan lebih jelas aturannya dan lebih kondusif untuk inovasi. Ini berpotensi mendorong pertumbuhan sektor aset digital dan mengurangi pelarian pelaku pasar ke yurisdiksi lain. Pengawasan terpadu diharapkan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi investor.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Gelombang AI Global

  • Kebangkitan Raksasa EV China

  • Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

  • Dominasi Hipersonik & Maritim

  • Pionir Material dan Energi Cerdas

  • Gym, Tarian & Parkour Robot Humanoid

  • Meta Melesat: AI & Ekspansi Global

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Privasi Terbongkar

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik