
Shenzhen, sebuah kota di Tiongkok, telah mencapai kemajuan besar dalam bidang teknologi dan ekonomi. Kota ini berhasil mengungguli Shanghai dan Beijing sebagai pusat manufaktur dan ekspor terbesar di negara tersebut. Laporan tahunan dari walikota mengungkapkan bahwa Shenzhen juga memimpin dalam inovasi kecerdasan buatan dan ekosistem start-up yang berkembang.
Ekonomi Shenzhen tumbuh dari 2,83 triliun yuan di tahun 2020 menjadi 3,87 triliun yuan pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan sebesar 5,5 persen ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan yang dilaporkan oleh Beijing dan Shanghai, yakni masing-masing 5,4 persen. Peningkatan ini menunjukkan kekuatan ekonomi kota ini yang semakin solid dan berkembang pesat.
Selain dari pertumbuhan ekonomi, Shenzhen juga mengungguli Shanghai dan Beijing dalam output industri serta nilai impor dan ekspor. Hal ini memperkuat posisi Shenzhen sebagai pusat manufaktur dan perdagangan utama di Tiongkok. Selain itu, kota ini mencapai kepadatan penelitian dan pengembangan tertinggi di seluruh daratan Tiongkok, yang juga menjadi faktor penting keberhasilannya.
Shenzhen memiliki pusat komputasi canggih yang dikelola oleh National Supercomputing Centre dan salah satu kapasitas komputasi terbesar di dunia. Kota ini juga mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah KTT Asia-Pacific Economic Cooperation pada bulan November, yang akan memberikan platform global untuk menunjukkan kemajuan ekonomi dan teknologi kota ini.
Dengan semua pencapaian ini, Shenzhen menjadi contoh bagaimana sebuah kota bisa mengembangkan ekosistem AI yang komprehensif sambil memperkuat sektor manufaktur tradisional. Keberhasilan ini diprediksi akan membuat Shenzhen semakin menjadi pusat inovasi dan ekonomi penting di tingkat global pada masa depan.