BMKG Umumkan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Indonesia
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
01 Mar 2026
36 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Fenomena gerhana bulan disebabkan oleh posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar.
Warna merah pada bulan saat gerhana disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat dilihat dari Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari empat gerhana yang diprediksi pada tahun 2026. BMKG memberikan jadwal lengkap beserta waktu fase total gerhana bulan tersebut.
Gerhana bulan terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sehingga Bulan memasuki bayangan inti Bumi, umbra. Pada saat puncak gerhana, Bulan bisa terlihat berwarna merah karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Durasi total gerhana bulan ini kurang lebih hampir satu jam.
Peristiwa ini penting bagi masyarakat sebagai kesempatan untuk menyaksikan fenomena alam langka sekaligus menambah wawasan tentang astronomi. Tahun 2026 juga mencatat beberapa gerhana lain, namun yang dapat diamati dari Indonesia hanya gerhana bulan total ini. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk edukasi ilmu pengetahuan dan pengamatan langit.
Analisis Ahli
Dr. Anggara Putra (Astronom)
Gerhana Bulan Total merupakan fenomena langka yang mengilustrasikan interaksi dinamis antara Matahari, Bumi, dan Bulan. Fenomena warna merahnya menjadi contoh nyata hamburan atmosfer yang bisa dijelaskan dengan fisika optik, sehingga membuka peluang pendidikan astronomi bagi masyarakat umum.

