Fenomena Lubang Koronal Bikin Aurora Borealis Terang di Langit Amerika Utara
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
16 Apr 2026
204 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Aurora borealis dapat terlihat di beberapa negara bagian utara AS karena lubang koronal di matahari.
Badai geomagnetik yang diprediksi dapat menyebabkan gangguan radio dan tampilan cahaya yang indah di langit.
Prediksi cuaca luar angkasa sangat penting untuk memberi tahu masyarakat tentang fenomena luar angkasa yang dapat mempengaruhi bumi.
Fenomena aurora borealis akan terlihat di beberapa negara bagian utara AS pada 17 dan 18 April akibat lubang besar di atmosfer matahari yang melepas angin surya berkecepatan tinggi. Sebuah lubang koronal memungkinkan partikel bermuatan dari matahari mencapai bumi dan berinteraksi dengan medan magnet di kutub utara dan selatan. Akibatnya, muncul cahaya aurora yang spektakuler sebagai respons terhadap interaksi partikel dan atmosfer bumi.
Menurut NOAA dan Spaceweather.com, badai geomagnetik kelas G2 akan terjadi selama periode tersebut yang dapat menyebabkan gangguan radio minor hingga sedang. Partikel bermuatan yang masuk ke medan magnet bumi menyebabkan atmosfer memancarkan warna cahaya yang dikenal sebagai aurora borealis. Wilayah seperti Alaska, Idaho, New York, dan beberapa negara bagian utara lainnya memiliki peluang besar untuk mengamati fenomena ini.
Fenomena ini signifikan karena mengingatkan pentingnya pemantauan cuaca antariksa untuk mengantisipasi gangguan teknologi komunikasi dan kelistrikan. Bulan baru akan membantu pengamat melihat aurora dengan kondisi langit yang lebih gelap. NOAA menyediakan pelaporan terkini agar para pengamat dan pihak terkait dapat mempersiapkan diri menghadapi badai geomagnetik dan memanfaatkan peluang melihat aurora.
Analisis Ahli
Dr. Maria Thompson (Ahli Meteorologi Antariksa)
Terbukanya lubang koronal memungkinkan angin surya berkecepatan tinggi yang memicu badai geomagnetik, ini penting untuk dipantau karena dampaknya bisa meluas sampai ke teknologi komunikasi dan kelistrikan. Auroras yang muncul merupakan indikator visual langsung dari interaksi medan magnet bumi dengan partikel surya.


