Peringatan Badai Geomagnetik: Aurora Borealis Akan Terlihat di 20 Negara Bagian AS
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
31 Mar 2026
124 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cahaya utara dapat terlihat di banyak negara bagian AS selama badai geomagnetik.
Flare matahari yang kuat dapat menyebabkan aurora yang lebih terang dan lebih luas.
Pengamatan aurora paling baik dilakukan di tempat yang gelap dan jelas setelah bulan purnama terbenam.
NOAA memperingatkan kemungkinan badai geomagnetik kelas G2 hingga G3 yang akan muncul pada 31 Maret sampai 1 April setelah flare matahari kelas X1.5 terjadi. Badai ini berpotensi menimbulkan aurora borealis di langit utara Amerika Serikat dan beberapa negara bagian lebih selatan.
Badai disebabkan oleh lontaran massa korona yang membawa partikel bermuatan ke arah Bumi, berinteraksi dengan medan magnet dan menghasilkan cahaya aurora. Peringatan juga menyebutkan bahwa bulan purnama akan menyulitkan pengamatan karena cahayanya yang terang.
Fenomena ini penting untuk pengamat langit yang ingin melihat aurora karena negara bagian di Amerika Utara dapat mengalami tampilan cahaya langit yang indah. Kondisi pengamatan terbaik adalah setelah bulan terbenam dengan langit gelap dan bersih dari polusi cahaya.
Analisis Ahli
Dr. Sarah Johnson (Fisika Antariksa)
Fenomena badai geomagnetik yang dipicu oleh flare X1.5 ini menunjukkan betapa dinamisnya aktivitas matahari dan dampaknya pada medan magnet bumi. Pengamatan waktu nyata dan peringatan dini dari NOAA sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan teknologi di bumi.

