Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gerhana Bulan Total Terakhir di AS Hingga Tahun 2029, Kenali Fenomena Blood Moon

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (1mo ago) astronomy-and-space-exploration (1mo ago)
04 Mar 2026
300 dibaca
1 menit
Gerhana Bulan Total Terakhir di AS Hingga Tahun 2029, Kenali Fenomena Blood Moon

Rangkuman 15 Detik

Gerhana bulan total pada 3 Maret adalah yang terakhir terlihat di Amerika Utara hingga 2029.
Bulan berubah menjadi merah selama gerhana total karena efek Rayleigh scattering.
Totalitas gerhana berlangsung sekitar satu jam, memberikan kesempatan bagi banyak pengamat untuk menikmati fenomena tersebut.
Gerhana bulan total terjadi pada awal Maret dan menjadi peristiwa langka terakhir yang akan terlihat di Amerika Serikat sampai tahun 2029. Gerhana berlangsung selama kurang lebih 5 jam 39 menit dengan fase totalitas selama sekitar 1 jam. Fenomena blood moon terjadi karena bulan melewati bayangan umbra Bumi, di mana cahaya matahari yang terfilter melalui atmosfer Bumi menyebabkan bulan terlihat merah. Gerhana ini dapat dilihat oleh pengamat di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Utara, Australia, dan Asia Timur. Peristiwa ini memiliki nilai penting dalam pemahaman ilmiah tentang atmosfer Bumi dan fenomena astronomi. Gerhana bulan selalu berpasangan dengan gerhana matahari yang terjadi dua minggu sebelum atau sesudahnya, dan gerhana total berikutnya di AS akan hadir tahun 2029.

Analisis Ahli

Dr. Pamela Melroy (astronom dan mantan astronaut)
Gerhana bulan total adalah momen penting untuk mempelajari interaksi cahaya dengan atmosfer bumi, dan fenomena ini bisa menjadi alat pembelajaran yang sangat efektif untuk menginspirasi generasi muda tertarik pada ilmu pengetahuan.
Prof. Brian Cox (fisikawan dan komunikator sains)
Efek Rayleigh scattering selama gerhana bulan total memberikan bukti nyata tentang bagaimana atmosfer bumi memfilter cahaya, sekaligus menunjukkan kaitan erat antara fisika dan astronomi dalam fenomena sehari-hari.