Pada Desember 2025, Coupang, perusahaan e-commerce yang beroperasi di Korea Selatan dan berkantor pusat di Amerika Serikat, mengumumkan kebocoran data besar yang menyangkut informasi pribadi 34 juta pelanggan di Korea Selatan. Kebocoran data tersebut berlangsung selama lebih dari lima bulan dan mengakibatkan kecurigaan serta tindakan tegas dari pemerintah Korea Selatan.
Investor Amerika Serikat yang berinvestasi di Coupang merasa bahwa pemerintah Korea Selatan melakukan penyelidikan yang diskriminatif dan tidak adil terhadap Coupang dibandingkan kasus kebocoran data lain yang sama atau lebih parah. Investor tersebut termasuk Greenoaks, Altimeter, Abrams Capital, Durable Capital Partners, dan Foxhaven Asset Management yang kini mengajukan arbitrasi dengan menggunakan mekanisme di bawah perjanjian perdagangan bebas Korea-AS.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah perbedaan penanganan atas kebocoran data Coupang dibandingkan dengan kebocoran data perusahaan lain seperti KakaoPay dan SK Telecom. Meskipun kasus lain melibatkan lebih banyak data atau risiko, Coupang justru menghadapi tekanan yang jauh lebih besar, termasuk ancaman denda miliaran won dan pembekuan operasi perusahaan, bahkan larangan perjalanan bagi eksekutifnya.
Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Ilmu dan Teknologi Informasi menuding bahwa kebocoran tersebut dilakukan oleh mantan karyawan yang menyalahgunakan akses ke sistem keamanan Coupang, dan mereka juga menilai Coupang lalai dalam melaporkan dan menanggapi insiden tersebut sesuai peraturan. Sementara itu, Coupang berusaha meyakinkan publik dan investor bahwa data yang diambil sudah dimusnahkan dengan jumlah yang jauh lebih kecil dari yang diklaim oleh pemerintah.
Kejadian ini memicu perdebatan luas tidak hanya soal penanganan kebocoran data, tetapi juga soal apakah Korea Selatan melakukan praktik proteksionisme digital yang merugikan perusahaan asing, dan memperumit hubungan ekonomi serta politik antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Risiko sengketa perdagangan yang lebih luas pun mulai membayangi dan mengundang perhatian aktor global.