Fokus
Teknologi

Inisiatif AI Meta yang Divergen

Share

Meta menghadapi tantangan infrastruktur data center sembari mengeksplorasi inovasi baru melalui aplikasi mandiri untuk video berbasis AI, mencerminkan strategi diversifikasi dalam menghadapi persaingan di industri teknologi.

18 Feb 2026, 07.26 WIB

Meta dan NVIDIA Kerja Sama Bangun Infrastruktur AI Skala Besar dan Hemat Energi

Meta dan NVIDIA Kerja Sama Bangun Infrastruktur AI Skala Besar dan Hemat Energi
Meta dan NVIDIA baru saja mengumumkan kemitraan jangka panjang untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sangat besar dan efisien. Ini meliputi penggunaan pusat data di tempat dan layanan cloud dengan perangkat keras terbaru dari NVIDIA, seperti CPU Grace dan GPU Blackwell serta Rubin. Tujuannya adalah mendukung aplikasi AI yang digunakan oleh miliaran orang di platform Meta. Kerjasama ini mencakup pengembangan kinerja tinggi dan efisiensi daya melalui codesign perangkat keras dan perangkat lunak. Meta juga mengintegrasikan switch Ethernet NVIDIA Spectrum-X ke dalam jaringan datacenter mereka untuk meningkatkan kecepatan dan mengurangi latensi saat mengoperasikan cluster GPU besar. Pendekatan ini dibuat agar operasi AI bisa berjalan lancar dan hemat energi. Meta terus memperluas penggunaan CPU berbasis Arm dari NVIDIA, dengan rollout besar pertama yang mengandalkan CPU Grace. Mereka juga merencanakan penggunaan CPU Vera pada tahun 2027 untuk menambah efisiensi energi dan mendukung ekosistem perangkat lunak Arm. Sistem ini akan dihubungkan di seluruh pusat data Meta dan lingkungan cloud NVIDIA, menyederhanakan pengelolaan dan meningkatkan performa. Selain fokus pada performa komputasi, kerjasama ini juga menitikberatkan pada privasi. Meta telah menggunakan teknologi confidential computing dari NVIDIA untuk memproses data WhatsApp dengan aman, melindungi informasi pribadi pengguna sambil tetap menghadirkan fitur AI. Mereka berencana memperluas penggunaan teknologi ini ke aplikasi lain di masa depan untuk memperkuat privasi pengguna. Kolaborasi berkelanjutan ini melibatkan tim teknis Meta dan NVIDIA yang sedang mengoptimalkan model AI generasi berikutnya agar lebih efisien dan kuat. Mark Zuckerberg menyebut platform Vera Rubin sebagai fondasi untuk memberikan 'personal superintelligence' bagi semua orang di dunia. Ini menunjukkan komitmen Meta untuk turut memajukan kecerdasan buatan yang lebih personal, aman, dan hemat energi.
11 Feb 2026, 21.06 WIB

Warga North Louisiana Cemas Dampak Pusat Data Meta pada Listrik dan Biaya Hidup

Warga North Louisiana Cemas Dampak Pusat Data Meta pada Listrik dan Biaya Hidup
Donna Collins adalah warga North Louisiana yang tinggal di rumah keluarganya yang sudah ada selama lima generasi. Wilayah ini terkenal dengan pertanian dan memiliki jaringan listrik yang sering tidak stabil terutama saat badai musim dingin menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran. Proyek pusat data Meta yang sedang dibangun di dekat tempat tinggal Collins merupakan fasilitas AI bernilai 27 miliar dolar yang akan menggunakan listrik tiga kali lipat dari kota New Orleans. Untuk memasok listrik, Entergy Louisiana membangun tiga pembangkit listrik gas baru di wilayah tersebut. Badai musim dingin baru-baru ini menyebabkan pemadaman listrik hingga berhari-hari, dan warga seperti Collins merasa cemas bahwa pembangunan pusat data ini bisa menambah ketidakpastian pasokan listrik dan menaikkan biaya energi bagi penduduk lokal, yang sebagian besar hidup di daerah pedesaan. Organisasi seperti Alliance for Affordable Energy dan Union of Concerned Scientists telah mengajukan keberatan terhadap analisis kelayakan jaringan dari Entergy, menuntut penilaian yang lebih ketat agar risiko pemadaman dan gangguan listrik dapat diminimalkan sebelum proyek besar ini terus berjalan. Meski Meta menjanjikan pembayaran dana pembangunan pembangkit baru untuk 15 tahun sebagai kompensasi, banyak warga tetap khawatir harga listrik dan biaya hidup akan meningkat. Mereka berharap adanya perhatian serius agar proyek ini juga memberi manfaat bagi masyarakat lokal tanpa merugikan mereka secara ekonomi maupun lingkungan.
06 Feb 2026, 00.19 WIB

Meta Uji Aplikasi Vibes Mandiri, Saingi Sora dengan Video AI

Meta Uji Aplikasi Vibes Mandiri, Saingi Sora dengan Video AI
Meta sedang menguji aplikasi Vibes secara mandiri, setelah peluncurannya dalam aplikasi Meta AI berhasil menarik banyak pengguna. Vibes memungkinkan pengguna membuat dan membagikan video pendek yang seluruhnya dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini berfungsi seperti TikTok, tapi seluruh kontennya dibuat oleh AI. Dalam aplikasi Vibes, pengguna bisa menciptakan video dari nol atau mengubah video yang dilihat di feed dengan menambahkan berbagai efek seperti visual baru, musik, dan gaya. Setelah diedit, video bisa langsung diposting di Vibes atau dibagikan melalui pesan langsung dan media sosial lain seperti Instagram dan Facebook. Meta melihat tren yang meningkat dalam kolaborasi dan berbagi konten di Vibes, yang mirip dengan cara orang menggunakan Instagram Reels. Karena itu, Meta ingin memberikan pengalaman lebih fokus dan imersif dengan membuat Vibes sebagai aplikasi terpisah dari aplikasi Meta AI. Meta juga tengah mempersiapkan model berlangganan freemium untuk aplikasi Vibes. Saat ini akses pembuatan video masih gratis, tapi pengguna nantinya bisa membayar untuk mendapatkan fitur pembuatan video tambahan, mengikuti pola serupa yang juga diuji di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Dengan aplikasi Vibes yang berdiri sendiri, Meta berharap dapat memperkuat posisinya di pasar sosial video AI dan bersaing langsung dengan aplikasi seperti Sora dari OpenAI. Keputusan ini menandai fokus Meta pada pengembangan teknologi AI sebagai bagian dari strategi sosial medianya.
06 Feb 2026, 00.19 WIB

Meta Uji Aplikasi Vibes Mandiri untuk Video Pendek AI yang Lebih Fokus dan Seru

Meta Uji Aplikasi Vibes Mandiri untuk Video Pendek AI yang Lebih Fokus dan Seru
Meta sedang menguji aplikasi baru bernama Vibes yang berdiri sendiri, terpisah dari aplikasi Meta AI. Vibes memungkinkan pengguna membuat dan berbagi video pendek yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, mirip seperti TikTok atau Instagram Reels namun dengan hanya video AI. Tujuannya adalah memberikan pengalaman pengguna yang lebih fokus dan imersif. Sebelumnya, fitur Vibes ini sudah ada di dalam aplikasi Meta AI sejak September lalu. Melihat antusiasme dan pertumbuhan penggunaan, Meta memutuskan untuk mengembangkan Vibes menjadi aplikasi mandiri. Dengan aplikasi terpisah, pengguna dapat lebih mudah membuat, menemukan, dan berbagi video AI. Pengguna bisa membuat video baru dari awal atau melakukan remix video yang tersedia di feed Vibes. Sebelum mengunggah, mereka bisa menambahkan gambar baru, musik, dan mengubah gaya video. Video yang dibuat bisa dibagikan langsung ke feed Vibes, dikirim lewat pesan langsung, atau diposting ke Instagram dan Facebook Stories serta Reels. Meta juga melihat adanya peningkatan dalam kolaborasi dan aktivitas berbagi video di Vibes, mirip dengan cara pengguna menggunakan Instagram Reels. Selain itu, Meta merencanakan fitur berlangganan premium untuk memberikan akses lebih banyak fitur pembuatan video di masa depan, namun saat ini Vibes masih gratis. Dengan uji coba ini, Meta ingin memantau respons komunitas pengguna dan memperluas aplikasi sesuai kebutuhan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Meta dalam pasar aplikasi video AI yang kompetitif, terutama menghadapi aplikasi Sora dari OpenAI.