
Pada tahun 2025, terjadi perubahan besar dalam pasar e-commerce lintas batas global, di mana platform belanja asal Tiongkok, Temu, berhasil menyamai pangsa pasar Amazon dengan 24 persen. Temu diluncurkan pada 2022 dan melesat cepat dari kurang dari 1 persen pangsa pasar menjadi 24 persen dalam waktu tiga tahun saja.
Amazon, meskipun tetap menjadi pemain utama, mengalami penurunan sedikit dalam pangsa pasarnya dari 26 persen pada 2022 menjadi 25 persen pada 2024. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Amazon menghadapi pesaing baru dengan model bisnis berbeda yang lebih fokus pada harga rendah dan efisiensi pasokan.
Selain Temu dan Amazon, platform lain asal Tiongkok juga menunjukkan dinamika berbeda. Shein mempertahankan pangsa pasar sebesar 9 persen pada 2025, sementara AliExpress menurun dari 12 persen pada 2023 menjadi 8 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan kompetisi yang ketat antar platform asal Tiongkok itu sendiri.
Platform lama seperti eBay mengalami penurunan drastis, kehilangan 68 persen pangsa pasar antara 2018 dan 2025. Posisi eBay jatuh ke peringkat kelima dengan hanya 5 persen pangsa pasar, akibat ketidakmampuannya bersaing dengan model bisnis baru dan perubahan kebiasaan konsumen.
Perubahan dalam kebijakan bea cukai global pada tahun 2025 dan 2026 juga mempengaruhi rantai pasok e-commerce secara signifikan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi platform-platform e-commerce untuk menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di pasar global.