Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Terobosan Eksplorasi Antariksa dan Astrofisika

Share

Kumpulan berita mengenai peluncuran ruang angkasa, penemuan astrofisika, dan kemajuan instrumen observasi yang membuka wawasan baru tentang alam semesta.

13 Feb 2026, 05.10 WIB

Elon Musk Rancang Kota Bulan untuk Komputer AI Raksasa dan Satelit AI

Elon Musk Rancang Kota Bulan untuk Komputer AI Raksasa dan Satelit AI
Baru-baru ini, Elon Musk mengumumkan visi besar untuk masa depan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang menggabungkan teknologi luar angkasa lewat perusahaan barunya, xAI, yang kini bersinergi dengan SpaceX. Setelah melewati proses restrukturisasi dan merger, Musk mengajak orang-orang tertarik untuk bergabung dan berkontribusi pada proyek ambisius mass driver di bulan yang dapat meluncurkan satelit AI ke luar angkasa deep space. Rencana ini berbeda dari fokus biasa AI yang biasanya hanya terpusat pada pembangunan model deep learning atau strategi software. Musk membayangkan pembangunan data center AI di orbit dan langkah lebih lanjut yaitu membangun kota di bulan untuk memproduksi komputer ruang angkasa. Komputer tersebut nantinya akan diluncurkan ke seluruh tata surya menggunakan sistem maglev besar di bulan. Visi ini muncul setelah SpaceX secara resmi mundur dari rencana kolonisasi Mars yang selama ini menjadi andalan perusahaan. Dengan bergabungnya xAI dan fokus pada AI, Musk mengalihkan perhatian pada skala energi yang lebih besar, yaitu memanfaatkan energi matahari dari bulan, mengikuti konsep skala Kardashev yang memprediksi bagaimana peradaban bisa memanfaatkan sumber energi kosmik. Membangun pabrik dan rumah kota di bulan jelas bukan hal mudah, karena memerlukan biaya sangat besar, teknologi yang mumpuni, dan sumber daya luar biasa. Namun bagi Musk, inilah tantangan jangka panjang untuk menjadikan AI sebagai pusat perhatian ke depan dengan skala dan kapasitas yang belum pernah ada sebelumnya serta bagi para investor yang ingin mendukung masa depan teknologi ini. Meskipun pengembangan ini masih terasa futuristik dan sulit diwujudkan dalam waktu dekat, rencana tersebut membantu menjelaskan arah xAI dan SpaceX, menawarkan mimpi besar bagi para insinyur dan investor. Strategi ini juga membedakan xAI dari AI labs lain yang dianggap membosankan dan monoton, sekaligus meneruskan tradisi Musk untuk menciptakan narasi ambisius yang kuat untuk masa depan teknologi.
13 Feb 2026, 03.00 WIB

Lubang Hitam Primordial Bisa Tumbuh, Mengubah Teori Materi Gelap

Lubang Hitam Primordial Bisa Tumbuh, Mengubah Teori Materi Gelap
Lubang hitam primordial adalah lubang hitam pertama yang terbentuk segera setelah Big Bang dari kantong materi sangat padat di alam semesta muda yang panas dan padat. Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam kecil ini akan perlahan menguap melalui proses radiasi Hawking sampai menghilang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa di alam semesta yang penuh dengan radiasi dan partikel panas, lubang hitam primordial bisa menyerap radiasi tersebut, menyebabkan mereka tumbuh, bukan menyusut. Ini dipengaruhi oleh parameter efisiensi absorpsi yang menentukan seberapa efektif lubang hitam bisa ‘memakan’ energi di sekitarnya. Penemuan ini sangat penting karena memperluas rentang massa lubang hitam primordial yang mungkin masih ada sampai sekarang. Dengan pertumbuhan yang terjadi, lubang hitam ini bisa jauh lebih besar dan bertahan lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini punya implikasi besar pada teori materi gelap, yaitu materi tak terlihat yang memegang galaksi. Karena lubang hitam primordial yang tumbuh bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan materi gelap, teori ini membuka peluang baru dalam memahami struktur dan komposisi alam semesta. Dengan wawasan baru ini, para ilmuwan mungkin akan meninjau kembali model kosmologi dan eksperimen pencarian materi gelap, yang berpotensi membawa kita lebih dekat ke jawaban tentang misteri terbesar di alam semesta.
13 Feb 2026, 02.00 WIB

Planet Berbatu Misterius Terbentuk Jauh di Luar Orbit Planet Gas Raksasa

Planet Berbatu Misterius Terbentuk Jauh di Luar Orbit Planet Gas Raksasa
Para astronom baru saja menemukan sebuah sistem planet yang unik, di mana terdapat sebuah planet berbatu yang mengorbit jauh di luar batas yang biasanya diharapkan untuk pembentukan planet jenis ini. Sebaliknya, planet berbatu biasanya ditemukan dekat dengan bintang, sementara planet gas terbentuk lebih jauh karena suhu yang lebih dingin memungkinkan bahan gas bertahan. Dalam sistem yang ditemukan mengelilingi bintang katai merah bernama LHS 1903, terdapat empat planet. Tiga planet pertama mengikuti pola yang umum yakni planet berbatu dekat bintang dan planet gas di luar orbit mereka. Namun, ada planet berbatu yang berada di posisi paling luar, melewati dua planet gas tersebut, yang sangat tidak biasa. Temuan ini menunjukkan bahwa planet-planet tersebut tidak terbentuk secara bersamaan, melainkan secara bertahap dan berturutan. Planet berbatu paling luar diyakini terbentuk saat gas telah habis dari piringan pembentuk planet, sehingga pembentukannya terjadi dalam lingkungan yang hampir bebas gas, sesuatu yang belum pernah teramati sebelumnya. Para peneliti menolak kemungkinan bahwa planet berbatu itu sebelumnya adalah planet gas yang kehilangan atmosfernya ataupun bertukar posisi dengan planet gas. Sebaliknya, ini adalah contoh planet yang benar-benar tumbuh dalam kondisi tanpa gas, yang bertentangan dengan teori planet tradisional. Penemuan ini sangat penting karena memperluas pemahaman kita tentang ragam sistem planet di alam semesta dan menantang teori pembentukan planet berdasarkan Tata Surya. Penelitian ini membuka peluang untuk mengeksplorasi cara-cara baru planet bisa terbentuk dan bertahan, memberikan pandangan baru tentang kelahiran planet berbatu.
12 Feb 2026, 22.00 WIB

Upgrade IceCube di Kutub Selatan Tingkatkan Deteksi Partikel Neutrino

Upgrade IceCube di Kutub Selatan Tingkatkan Deteksi Partikel Neutrino
IceCube Neutrino Observatory, terletak di Kutub Selatan, telah menerima perluasan dengan tambahan lebih dari 600 instrumen baru yang kini menggandakan jumlah detektor menjadi 92 string. Detektor ini tertanam di dalam satu kilometer kubik es yang sangat transparan untuk mendeteksi partikel neutrino. Neutrino adalah partikel subatomik yang sangat ringan dan hampir tidak memiliki muatan, sehingga mudah menembus materi tanpa interaksi. Meskipun triliunan neutrino melewati tubuh kita setiap detik, mereka sangat sulit dideteksi karena jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Para ilmuwan tertarik untuk mempelajari neutrino karena mereka berasal dari proses penting di alam semesta, seperti Big Bang, proses fusi di dalam bintang, dan ledakan supernova yang menandai kematian bintang besar. Dengan lebih banyak data dan detektor yang lebih akurat, pemahaman tentang alam semesta semakin berkembang. Peningkatan ini memungkinkan pengukuran osilasi neutrino, yaitu fenomena di mana neutrino berubah tipe setelah terbentuk dari radiasi kosmik di atmosfer bumi. Sensor baru yang lebih canggih juga akan membantu mengkalibrasi data historis sehingga hasil analisis lebih tepat dan andal. Pendanaan untuk upgrade ini disetujui oleh U.S. National Science Foundation dan dilakukan dalam tiga sesi lapangan dari 2023 hingga 2026. Dengan upgrade ini, diharapkan IceCube akan terus menjadi pusat penelitian utama untuk fisika neutrino di masa depan.
11 Feb 2026, 19.40 WIB

Penelitian SETI@home Temukan 100 Sinyal Misterius dari Luar Angkasa

Penelitian SETI@home Temukan 100 Sinyal Misterius dari Luar Angkasa
Proyek SETI@home yang telah berjalan selama puluhan tahun mengumpulkan dan menganalisis sinyal radio dari luar angkasa untuk mencari tanda-tanda kehidupan alien. Data ini diambil dari Observatorium Arecibo yang terkenal dengan teleskop radio besarnya. Selama bertahun-tahun, sinyal yang terkumpul terus menumpuk, tetapi belum ada kemajuan besar dalam menafsirkannya. Pada tahun 2025, dua jurnal penting dipublikasikan yang membahas metode pengumpulan data dan hasil analisis sinyal. Peneliti menggunakan algoritma canggih untuk memfilter sinyal yang bukan berasal dari gangguan bumi atau satelit, sehingga mengidentifikasi 100 sinyal yang tidak dapat dijelaskan oleh fenomena alam biasa atau teknologi manusia. David Anderson, pendiri proyek dan ilmuwan komputer, menyatakan ada potensi bahwa sinyal-sinyal ini berasal dari kecerdasan luar angkasa, meskipun belum bisa dipastikan. Penelitian ini juga menetapkan standar sensitivitas baru untuk pencarian sinyal di masa depan. Walaupun belum menemukan bukti pasti adanya makhluk asing, penelitian ini penting karena meningkatkan teknologi dan metode deteksi sinyal luar angkasa, yang akan menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dalam bidang astronomi dan pencarian kecerdasan luar angkasa.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Astronomi, Eksplorasi Luar Angkasa, dan Penemuan Kuantum

  • Inovasi Medis dan Bioteknologi

  • Inovasi Medis dan Bioteknologi

  • Dampak Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

  • Pengamatan Astronomi dan Fenomena Luar Angkasa yang Baru