Prediksi Kiamat 2026 dan Dampak Perubahan Iklim di Asia yang Mengerikan
Courtesy of CNBCIndonesia

Prediksi Kiamat 2026 dan Dampak Perubahan Iklim di Asia yang Mengerikan

Mengingatkan pembaca tentang ancaman serius akibat pertumbuhan populasi dan perubahan iklim yang ekstrem, serta pentingnya upaya kolaboratif dari pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan populasi dan menghadapi krisis iklim demi kelangsungan bumi dan kehidupan manusia.

01 Feb 2026, 08.15 WIB
273 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pertumbuhan populasi manusia berpotensi menyebabkan krisis jika tidak diimbangi dengan produksi makanan.
  • Perubahan iklim dan bencana alam semakin memperburuk situasi di Asia, termasuk Indonesia.
  • Intervensi pemerintah diperlukan untuk mengontrol laju pertumbuhan populasi demi keberlanjutan lingkungan.
Jakarta, Indonesia - Populasi manusia yang terus bertambah memunculkan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan, yang dulu diprediksi oleh Thomas Malthus. Namun, ramalan ini dianggap salah karena kemajuan teknologi mampu meningkatkan produksi makanan dengan cepat. Meski demikian, ahli fisika Heinz von Foerster justru memperingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun kiamat karena pertumbuhan manusia yang tidak terkendali pada akhirnya akan melampaui kemampuan bumi menampungnya.
Menurut Foerster, teknologi tidak mampu mengimbangi pertumbuhan populasi yang sangat pesat sehingga tanpa intervensi pemerintah, situasi ini bakal semakin memburuk. Salah satu solusi adalah kebijakan pengendalian populasi misalnya pajak tinggi bagi keluarga yang memiliki lebih dari dua anak. Prediksi ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dunia agar lebih sadar akan konsekuensi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan regulasi.
Selain masalah populasi, laporan Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun terhangat kedua di Asia dengan gelombang panas yang meluas dan berkepanjangan. Fenomena ini sangat mempengaruhi berbagai wilayah pesisir dimana kenaikan muka air laut dan suhu permukaan laut yang tinggi menimbulkan risiko bencana yang semakin besar seperti banjir dan kekeringan yang merusak lahan pertanian dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Berbagai bencana alam termasuk banjir besar di Asia Tengah, gelombang panas hebat di India, dan badai tropis menghantam beberapa negara Asia pada tahun 2024. Jumlah korban dan kerusakan cukup besar sehingga memperlihatkan dampak serius dari perubahan iklim yang harus segera diatasi secara global, khususnya di wilayah yang rentan mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata dunia.
Kajian dari USAID memperingatkan kenaikan air laut bisa menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050, yang akan merugikan sekitar 42 juta penduduk. Informasi ini harus menjadi pengingat dan motivasi bagi pemerintah serta masyarakat di seluruh dunia untuk melakukan langkah nyata dan terkoordinasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan mengendalikan pertumbuhan populasi agar hidup bersama bumi tetap berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260201004812-37-707022/tanda-kiamat-makin-dekat-pakar-buka-bukaan-petaka-2026

Analisis Ahli

Thomas Malthus
"Pertumbuhan populasi akan melampaui ketersediaan sumber daya pangan jika tidak ada inovasi atau kontrol populasi."
Heinz von Foerster
"Populasi manusia memiliki batas maksimum yang bisa ditanggung Bumi jika pertumbuhannya tidak dikendalikan."

Analisis Kami

"Prediksi von Foerster mungkin terdengar menakutkan, tapi hal ini menjadi peringatan penting bahwa tanpa kontrol populasi dan mitigasi iklim, bumi tidak akan mampu menopang kebutuhan manusia. Teknologi memang membantu, tetapi tanpa kebijakan kuat dan perilaku berkelanjutan, kita terus menunda bencana yang semakin sulit diatasi."

Prediksi Kami

Jika pertumbuhan populasi manusia dan perubahan iklim tidak terkendali, dunia akan menghadapi bencana besar seperti kelangkaan pangan, bencana alam berulang, dan kerusakan ekosistem yang semakin parah dalam waktu dekat, menimbulkan penderitaan sosial dan ekonomi yang luas.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diprediksi oleh Thomas Malthus mengenai populasi dan makanan?
A
Thomas Malthus memprediksi bahwa pertumbuhan populasi manusia tidak sebanding dengan suplai makanan, yang dapat menyebabkan krisis.
Q
Apa teori yang diajukan oleh Heinz von Foerster terkait dengan 'kiamat'?
A
Heinz von Foerster memprediksi bahwa pada tahun 2026, populasi manusia akan mencapai batas maksimum yang dapat ditanggung Bumi.
Q
Apa dampak pemanasan global yang dilaporkan oleh WMO?
A
Dampak pemanasan global yang dilaporkan oleh WMO termasuk kenaikan suhu permukaan laut dan gelombang panas yang meluas.
Q
Apa yang terjadi pada tahun 2024 di Asia menurut laporan WMO?
A
Pada tahun 2024, Asia mengalami gelombang panas, banjir, dan kekeringan yang parah, berdampak pada jutaan orang.
Q
Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengontrol laju populasi?
A
Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan pajak tinggi untuk keluarga dengan lebih dari dua anak sebagai cara untuk mengontrol laju populasi.