
Waabi adalah startup yang awalnya fokus pada truk swakemudi dan didirikan oleh Raquel Urtasun, seorang ahli AI yang sebelumnya bekerja di Uber. Baru-baru ini, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana besar sebanyak 1 miliar dolar Amerika Serikat dari Uber, dengan pembayaran awal 750 juta dolar dan tambahan 250 juta yang tergantung pada pencapaian tertentu. Dana ini akan membantu Waabi berekspansi ke pasar robotaksi, bukan hanya truk otomatis.
Investasi ini menandai langkah besar dari Waabi yang ingin mengimplementasikan lebih dari 25.000 robotaksi dalam jangka waktu mendatang, yang berarti mereka tidak hanya bermain di area kendaraan pengangkutan barang tapi juga kendaraan penumpang otonom yang lebih umum dikenal masyarakat. Uber sendiri memiliki banyak mitra dalam sektor kendaraan otonom, dengan sekitar 20 kolaborator di berbagai negara, yang menandakan mereka sangat serius dalam mengembangkan teknologi ini.
Salah satu yang membedakan Waabi dari kompetitornya adalah metode 'simulation-first' atau simulasi terlebih dahulu. Dengan cara ini, mereka bisa menguji berbagai scenario kendaraan otonom secara virtual sebelum membawa teknologi tersebut ke uji jalan nyata. Hal ini bisa mengurangi biaya dan risiko kecelakaan selama proses pengembangan. Metode ini menarik perhatian dalam diskusi podcast Equity yang dibawakan oleh Kirsten Korosec, Sean O’Kane, dan Anthony Ha.
Diskusi dalam podcast juga membahas bagaimana strategi Uber dengan berinvestasi di banyak perusahaan startup kendaraan otonom bisa jadi pendekatan yang cerdas untuk mengurangi risiko investasi atau malah menyebar terlalu tipis dan tidak fokus. Dengan begitu banyak mitra, pertanyaan utamanya adalah apakah strategi Uber ini bisa memberikan hasil yang diharapkan, terutama dengan target Waabi yang sangat ambisius.
Untuk pembaca, hal ini menunjukkan bahwa masa depan kendaraan otonom dan robotaksi semakin dekat dan mendapatkan dana besar dari perusahaan-perusahaan besar seperti Uber. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi baik secara teknologi maupun regulasi agar layanan ini bisa digunakan secara luas dengan aman dan efisien.