
Meta telah mengalihkan fokus investasinya dari metaverse ke pengembangan dan produksi kacamata pintar berbasis AI. Mark Zuckerberg menilai kacamata AI akan menjadi produk yang sangat penting, mirip dengan bagaimana smartphone menggantikan ponsel flip di masa lalu. Perusahaan ini mengklaim penjualan kacamata pintarnya telah meningkat tiga kali lipat dalam setahun, menandai pertumbuhan cepat dalam produk elektronik konsumen.
Selain Meta, beberapa perusahaan teknologi besar juga aktif dalam mengembangkan perangkat wearable dengan teknologi AI. Google menjalin kerja sama senilai 150 juta dolar AS dengan Warby Parker untuk meluncurkan lini kacamata pintar. Apple pun dikabarkan sedang memfokuskan sejumlah stafnya untuk mengembangkan kacamata pintar, meski mereka juga tengah merampungkan produk seperti Vision Pro.
Snap mengumumkan akan membuat divisi terpisah khusus untuk kacamata AR bernama Specs agar mendapatkan fokus operasional yang lebih baik. OpenAI, meskipun belum mengembangkan kacamata, berencana membuat perangkat wearable AI seperti pin atau earbud. Apple juga disebut-sebut sedang mengembangkan perangkat AI kecil sebesar AirTag, meski belum jelas apakah sukses seperti yang diharapkan.
Meta sudah menjual berbagai model kacamata pintar, salah satu yang paling menjanjikan adalah Oakley yang dirancang untuk digunakan saat berolahraga. Pemakaian ini menunjukkan potensi nyata dari teknologi kacamata AI di kegiatan sehari-hari. Namun, masih ada skeptisisme apakah kacamata pintar akan bisa sukses sebesar smartphone atau tidak.
Secara keseluruhan, ambisi perusahaan seperti Meta dan Google menandakan bahwa AI wearable, khususnya kacamata pintar, kemungkinan akan mengalami momen besar di pasar teknologi. Meskipun demikian, tantangan seperti penerimaan konsumen dan teknologi yang harus sangat praktis masih harus dihadapi untuk mencapai kesuksesan masif.