Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Inovasi Dirgantara China Menghadapi Tantangan Teknis dan Persaingan Global

Share

Cerita ini membahas kemajuan dan tantangan teknologi dirgantara di China, mulai dari satelit canggih yang mendikte ulang orbit pesaing, teknologi untuk pesawat tempur supersenal, hingga kegagalan peluncuran roket yang memperlihatkan hambatan teknis. Isu-isu ini menekankan bagaimana China bersaing secara global dalam inovasi sambil mengatasi kendala teknis yang kompleks.

27 Jan 2026, 21.00 WIB

Insiden Hampir Tabrakan Satelit Bikin SpaceX Turunkan Orbit Starlink

Insiden Hampir Tabrakan Satelit Bikin SpaceX Turunkan Orbit Starlink
Pada bulan Desember lalu, sebuah insiden hampir tabrakan terjadi antara satelit milik China dan salah satu satelit Starlink dari SpaceX. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi keamanan satelit di orbit bumi. Satelit China yang terlibat adalah satelit pencitraan resolusi tinggi yang diluncurkan bersama tujuh satelit lain menggunakan roket Kinetica-1 dari Tiongkok. Insiden ini terjadi sekitar 200 meter dari satelit Starlink. SpaceX segera merespons insiden ini dengan rencana menurunkan hampir 4.000 satelit Starlink dari orbit 550 km ke 480 km untuk mengurangi risiko tabrakan dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa. Keputusan ini diumumkan oleh Michael Nicolls, Wakil Presiden Teknik SpaceX, yang menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan mempertahankan keamanan dalam pengoperasian konstelasi satelit internet terbesar di dunia. Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China meyakini kejadian ini menjadi pemicu penting bagi SpaceX untuk melakukan perubahan strategi orbit, menyoroti pentingnya pengelolaan satelit yang hati-hati dan kerja sama internasional dalam menjaga keselamatan luar angkasa.
26 Jan 2026, 20.21 WIB

Inovasi China Jadikan Pesawat Flying-Wing Terbang Supersonik dengan Risiko Minimal

Inovasi China Jadikan Pesawat Flying-Wing Terbang Supersonik dengan Risiko Minimal
Para ilmuwan dan insinyur telah lama mengembangkan konsep pesawat terbang flying-wing yang menggabungkan badan dan sayap dalam satu struktur besar untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan siluman. Pesawat seperti B-2 Spirit di Amerika Serikat menjadi contoh terkenal dari desain ini. Namun, desain ini memiliki kelemahan yaitu rentan terhadap getaran berbahaya ketika terbang dengan kecepatan tinggi. Getaran yang dikenal sebagai flutter elastis-kaku ini bisa menyebabkan pesawat kehilangan stabilitas atau bahkan runtuh di udara. Karena risiko ini, pesawat flying-wing seperti B-2 Spirit dibatasi hanya dalam kecepatan subsonik, membatasi kemampuan mereka untuk cepat menjauh atau menembus pertahanan musuh dengan lebih efektif. China kini mengumumkan perkembangan teknologi pintar yang dapat mengatasi masalah flutter ini, memungkinkan pesawat flying-wing untuk terbang 62,5 persen lebih cepat dari sebelumnya tanpa mengalami masalah getaran yang fatal. Ini merupakan terobosan besar yang bisa mengubah batasan lama antara kecepatan dan kemampuan siluman. Dengan keberhasilan dalam pengembangan ini, pesawat tempur atau pembom generasi baru China berpotensi memiliki kecepatan supersonik yang sebelumnya tidak mungkin dicapai dengan desain flying-wing. Hal ini memberikan keuntungan strategis yang besar di arena militer modern khususnya dalam menghadapi sistem pertahanan udara yang canggih. Inovasi ini menandai langkah penting bagi industri penerbangan militer dan memperkenalkan paradigma baru dalam desain pesawat tempur. Semakin mendekatnya kemampuan teknologi dan kecerdasan buatan dalam mengatasi masalah struktural akan membuka peluang bagi pengembangan pesawat yang lebih cepat, efisien, dan sulit dideteksi oleh musuh.
24 Jan 2026, 20.00 WIB

China Tunda Peluncuran Roket Berat di Wenchang Setelah Dua Kegagalan

China Tunda Peluncuran Roket Berat di Wenchang Setelah Dua Kegagalan
China baru-baru ini membatalkan hampir semua jadwal peluncuran roket di pusat antariksa Wenchang, Pulau Hainan. Pembatalan ini terkait dengan kegagalan peluncuran yang terjadi di lokasi lain, menunjukkan tantangan teknis yang sedang mereka hadapi. Hanya satu peluncuran yang tetap dijadwalkan yakni uji coba roket jenis baru Long March-10A pada tanggal 11 Februari. Peluncuran ini dinanti-nanti karena merupakan bagian penting dari program antariksa China menuju misi berat ke bulan. Pembatalan peluncuran tersebut berdampak besar pada wisatawan yang datang untuk menyaksikan peluncuran roket sebagai daya tarik wisata di Hainan. Banyak pengunjung yang mengeluhkan perubahan rencana mendadak. Meski tidak ada alasan resmi yang diberikan, laporan dari media lokal dan akun media sosial menunjukkan hal ini sebagai langkah antisipasi dari pihak pengelola pusat antariksa untuk memastikan keamanan dan keberhasilan peluncuran berikutnya. Uji coba Long March-10A sangat penting untuk masa depan eksplorasi antariksa China, dan meskipun terdapat penundaan, hal ini merupakan bagian dari proses pengembangan teknologi roket yang matang dan aman.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova