TLDR
Robot lunak ini menawarkan solusi inovatif untuk penjelajahan planet dengan daya rendah. Desain yang terinspirasi oleh cacing memungkinkan robot beradaptasi dengan permukaan yang tidak rata. Penggunaan bahan yang tahan radiasi meningkatkan ketahanan robot dalam lingkungan luar angkasa. Para peneliti dari University of Gothenburg mengembangkan robot lunak yang meniru gerakan ulat tanah menggunakan otot buatan elastomer dielektrik yang dapat melentur dan mengontraksi. Robot ini dirancang untuk menghadapi medan planet ekstraterestrial yang sulit dan memiliki daya tahan terhadap kerusakan dan radiasi.Robot lunak ini menggunakan elektroda karbon nanotube yang tahan terhadap kerusakan dan mampu memberi perlindungan sebagian terhadap radiasi Mars. Selain itu, robot merespons alur permukaan untuk mengubah arah tanpa perlu sistem elektronik atau aktuator tambahan yang kompleks.Teknologi ini berpotensi mengubah cara robot penjelajah bergerak di permukaan planet dengan mengurangi kebutuhan daya, meningkatkan adaptabilitas, dan meningkatkan keandalan sistem pada misi jangka panjang. Pengujian berikutnya akan dilakukan di fasilitas Mars tiruan ESA untuk memvalidasi teknologi ini lebih jauh.