TLDR
Shadow AI menjadi ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan model AI resmi. Kurangnya kebijakan tata kelola AI meningkatkan risiko keamanan di organisasi. Pentingnya memahami dan mengelola identitas mesin untuk mengurangi risiko di lingkungan perusahaan. Adopsi AI tanpa pengawasan di perusahaan menimbulkan risiko keamanan yang serius akibat shadow AI yang menyebar luas tanpa kontrol. Survei WalkMe 2025 menunjukkan 78% karyawan menggunakan alat AI tidak resmi yang bisa membocorkan data penting. Ini menyebabkan kesulitan bagi tim keamanan dalam mengelola risiko karena kurangnya keterlibatan lintas fungsi.Shadow AI tidak hanya alat tidak resmi tapi juga identitas AI yang melakukan aksi di sistem perusahaan tanpa diketahui. Menurut Gabriel Bernadett-Shapiro dan Roy Katmor, identitas AI ini harus diperlakukan sebagai entitas yang harus dipantau perilakunya, diberi hak akses minimum, dan dimiliki tanggung jawab. Kurangnya kebijakan governansi di banyak organisasi menguatkan risiko serangan siber.Para ahli keamanan seperti Harman Kaur dan Artyom Poghosyan menekankan bahwa metode tradisional manajemen kerentanan sudah tidak memadai dan penemuan serta pengendalian AI agents harus dilakukan secara proaktif. Penanganan risiko shadow AI harus fokus pada visibilitas, pengawasan perilaku, dan pengaturan hak istimewa agar perusahaan dapat melindungi datanya secara efektif di masa depan.