Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lonjakan Kejahatan Siber 2025: Ransomware dan Malware Infostealer Mengancam Data Anda

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
04 Mei 2026
281 dibaca
1 menit
Lonjakan Kejahatan Siber 2025: Ransomware dan Malware Infostealer Mengancam Data Anda

AI summary

Ancaman kejahatan siber, terutama ransomware dan infostealer, terus meningkat secara signifikan.
Perlindungan berlapis dan teknologi autentikasi yang lebih kuat seperti passkey sangat penting untuk melindungi data pribadi.
Operasi penegakan hukum saat ini masih kesulitan menghadapi model bisnis malware-as-a-service yang memudahkan pelaku kejahatan.
Ancaman kejahatan siber terus meningkat pada 2025 dengan lonjakan korban ransomware sebesar 45% dan malware infostealer yang menyerang macOS melonjak drastis hingga 7.000%.Data menunjukkan 2,86 miliar kredensial bocor dan diperjualbelikan, sementara FBI kesulitan mengekang serangan karena model bisnis malware-as-a-service yang semakin berkembang.Pakar menyarankan perlindungan berlapis, pemakaian password manager, autentikasi dua faktor, dan teknologi passkey yang lebih aman untuk menghadapi ancaman masa depan.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Ancaman ransomware dan pencurian data telah menjadi tantangan utama dalam keamanan siber yang membutuhkan pendekatan komprehensif termasuk edukasi pengguna dan penguatan infrastruktur.
Mikko Hyppönen
Kemajuan malware seperti infostealer pada MacOS menunjukkan bahwa tidak ada platform yang benar-benar kebal, sehingga inovasi dalam keamanan autentikasi sangat krusial.
Editorial Note
Kenaikan dramatis kejahatan siber terutama dengan malware infostealer menunjukkan bahwa pelaku semakin lihai dalam mengeksploitasi sistem. Tanpa adopsi teknologi keamanan yang lebih canggih seperti passkey, kerugian akibat pencurian data bisa terus membesar dan menghambat kepercayaan pengguna terhadap layanan digital.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.