Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Kebocoran Data: Pentingnya Keamanan Berlapis untuk Pengguna Internet

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
25 Okt 2025
238 dibaca
2 menit
Waspada Kebocoran Data: Pentingnya Keamanan Berlapis untuk Pengguna Internet

Rangkuman 15 Detik

Kebocoran data dapat terjadi tidak hanya dari penyedia jasa, tetapi juga akibat kelalaian pengguna.
Penggunaan fitur keamanan seperti two-factor authentication sangat penting untuk melindungi informasi pribadi.
Ancaman siber, termasuk ransomware, semakin meningkat dan dapat merugikan berbagai sektor, terutama industri keuangan.
Kebocoran data pribadi dan informasi rahasia kini semakin sering terjadi, bahkan perusahaan besar dengan sistem keamanan canggih pun tidak luput dari risiko ini. Penyebab kebocoran bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk kelalaian pengguna layanan internet dan penyedia jasa. Menurut Anton Dwi Suhartanto dari ITSEC, banyak kasus kebocoran yang berasal dari malware stealer. Malware ini tersembunyi di perangkat pengguna dan mencuri kredensial serta akses email, yang kemudian dijual di forum peretas oleh para broker kredensial. Masalah bertambah serius ketika pengguna tidak mengaktifkan fitur keamanan seperti Multi-Factor Authentication (MFA). Tanpa perlindungan berlapis ini, data yang bocor mudah disalahgunakan dengan dampak mulai dari pencurian identitas hingga kehilangan keuangan. Data riset menunjukkan bahwa serangan siber di Indonesia meningkat drastis, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2024 ke 2025. Industri keuangan menjadi sasaran utama, termasuk bank, broker, dan perusahaan sekuritas, dengan berbagai jenis serangan seperti ransomware dan DDoS. Serangan ransomware yang marak juga tidak hanya merusak data, tetapi juga mencuri informasi yang kemudian dipublikasikan jika korban tidak membayar tebusan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk proaktif mengaktifkan keamanan berlapis dan bagi penyedia layanan untuk menginformasikan kebocoran sesegera mungkin.

Analisis Ahli

Anton Dwi Suhartanto
Kebocoran data bukan hanya dari sisi penyedia jasa, tapi juga dari kelalaian pengguna sendiri, sehingga edukasi dan mitigasi di tingkat pengguna sangat krusial.