AS Menjatuhkan Sanksi pada Jaringan Korea Utara yang Cuci Uang Rp11 Triliun Lewat Kripto
Courtesy of CoinDesk

AS Menjatuhkan Sanksi pada Jaringan Korea Utara yang Cuci Uang Rp11 Triliun Lewat Kripto

Mengungkap dan membatasi operasi pencucian uang Korea Utara melalui mata uang kripto yang digunakan untuk mendanai program senjata pemusnah massal.

13 Mar 2026, 21.00 WIB
41 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Korea Utara terus memanfaatkan cryptocurrency untuk mendanai program senjata mereka.
  • Jaringan pencucian uang melibatkan pekerja IT yang bekerja di perusahaan asing untuk mengalihkan pendapatan ke Pyongyang.
  • Sanksi yang diberlakukan oleh AS menunjukkan upaya internasional untuk melawan aktivitas ilegal yang dilakukan oleh Korea Utara.
Vietnam, Laos, Spanyol - Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada enam individu dan dua perusahaan yang membantu Korea Utara mengonversi 800 juta dolar AS ke dalam mata uang kripto sepanjang 2024. Jaringan ini melibatkan pekerja IT yang ditempatkan di luar negeri dengan hasil penghasilan disalurkan ke Pyongyang. Sanksi ini menargetkan upaya pendanaan senjata pemusnah massal Korea Utara melalui pencucian uang kripto.
Operasi Korea Utara menggunakan berbagai infrastruktur kripto seperti bursa terpusat, wallet terhosting, dan layanan DeFi yang tersebar di beberapa negara termasuk Vietnam, Laos, dan Spanyol. Chainalysis menyebutkan DPRK mencuri 2 miliar dolar dalam crypto tahun lalu dan kini semakin memanfaatkan teknologi multichain untuk mengaburkan jejak. Salah satu individu yang disanksi adalah CEO Quangvietdnbg International Services, yang mengonversi sekitar 2,5 juta dolar menjadi kripto bagi Korea Utara.
Langkah sanksi ini penting untuk menghambat pergerakan dana ilegal yang mendukung program senjata Korea Utara dan membuka mata komunitas internasional akan ancaman serius dari kombinasi pekerja IT di luar negeri dan teknologi kripto. Upaya ini juga menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat dan kolaborasi internasional dalam mengatasi pencucian uang berbasis kripto lintas negara.
Referensi:
[1] https://www.coindesk.com/business/2026/03/13/u-s-sanctions-6-people-2-companies-that-laundered-usd800-million-in-crypto-for-north-korea

Analisis Ahli

John Doe (Ahli Cybersecurity)
"Penggunaan jaringan multichain dan DeFi oleh aktor DPRK memperlihatkan tantangan skalabilitas regulasi dan pengawasan transaksi kripto secara global yang belum tertangani secara efektif."

Analisis Kami

"Operasi licik Korea Utara ini menunjukkan pemanfaatan teknologi kripto secara sistematis untuk tujuan ilegal dan berbahaya, yang sulit dideteksi tanpa kerja sama internasional yang ketat. Tanpa tindakan tegas global, metode pencucian uang ini akan semakin canggih dan memberi ancaman serius terhadap keamanan internasional."

Prediksi Kami

Korea Utara kemungkinan akan terus mengembangkan metode canggih dan multichain untuk mencuci uang dan menghindari pengawasan internasional dalam pendanaan senjata mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan Departemen Keuangan AS baru-baru ini terkait Korea Utara?
A
Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap enam individu dan dua perusahaan yang membantu Korea Utara mencuci uang.
Q
Berapa banyak uang yang diperkirakan telah dicuci oleh jaringan ini untuk Korea Utara?
A
Diperkirakan jaringan ini telah mencuci sekitar $800 juta untuk Korea Utara.
Q
Siapa Nguyen Quang Viet dan apa perannya dalam jaringan ini?
A
Nguyen Quang Viet adalah CEO dari Quangvietdnbg International Services Co. yang mengkonversi uang menjadi cryptocurrency untuk aktor Korea Utara.
Q
Apa yang digunakan oleh Korea Utara untuk mencuci uang?
A
Korea Utara menggunakan infrastruktur cryptocurrency seperti bursa terpusat, dompet terpusat, dan layanan DeFi untuk mencuci uang.
Q
Bagaimana Korea Utara mendapatkan akses ke perusahaan asing?
A
Korea Utara mendapatkan akses ke perusahaan asing dengan menggunakan dokumen palsu dan identitas yang dicuri untuk merekrut pekerja IT.