TLDR
HEAT-ML dapat secara signifikan mempercepat pemodelan dan desain sistem fusi. Pengelolaan panas plasma sangat penting untuk memastikan operasi aman dan efisien dari reaktor fusi. Proyek SPARC berpotensi menjadi langkah besar menuju penyediaan energi bersih yang tidak terbatas. Para ilmuwan di Amerika Serikat telah mengembangkan sebuah metode kecerdasan buatan baru yang dinamakan HEAT-ML untuk membantu melindungi reaktor fusi dari panas plasma yang sangat tinggi. Metode ini dibuat untuk dengan cepat mendeteksi area terlindungi dari panas yang bisa merusak komponen dalam reaktor tokamak.Fusi adalah proses yang sama seperti yang terjadi di matahari dan bintang. Jika bisa dikontrol dengan baik, fusi dapat menjadi sumber energi bersih dan tidak terbatas. Namun, suhu plasma dalam tokamak bisa jauh lebih panas dari inti matahari sehingga sulit untuk dikelola.Biasanya, proses simulasi untuk mengetahui bagian mana dari tokamak yang terlindungi dari panas plasma butuh waktu lama, bahkan hingga setengah jam untuk sekali simulasi. Dengan HEAT-ML, waktu itu dipangkas menjadi hanya beberapa milidetik saja berkat penggunaan jaringan neural dalam AI.HEAT-ML awalnya dikembangkan untuk tokamak SPARC yang sedang dibangun di Massachusetts, yang bertujuan untuk mencapai energi bersih lebih besar dari energi yang dibutuhkan. Metode ini fokus pada bagian bawah sistem pembuangan panas, area yang mengalami suhu paling ekstrem.Penemuan ini diharapkan akan mempercepat rancangan dan pengoperasian reaktor fusi masa depan serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik selama operasi, sehingga membawa teknologi fusi lebih dekat ke penerapan nyata.