TLDR
China semakin agresif dalam mengembangkan teknologi canggih, terutama di sektor AI dan robotika. Rencana Lima Tahun ke-15 menjadi panduan untuk alokasi dana dan kebijakan dalam mendukung sektor teknologi. Ketegangan antara AS dan China terus berlanjut, dengan kontrol teknologi dan rantai pasok menjadi fokus utama persaingan. China mengumumkan strategi besar dalam sidang National People’s Congress untuk mempercepat dominasi teknologi terutama AI, robot humanoid, dan teknologi luar angkasa. Pemerintah menyiapkan Rencana Lima Tahun ke-15 untuk periode 2026-2030 yang berisi prioritas pendanaan dan kebijakan penting.China menunjukkan kemajuan signifikan di bidang AI dan robotika meskipun dibatasi akses chip dari AS. Pemerintah mendorong integrasi AI ke manufaktur dengan BUMN sebagai pemimpin, sementara perusahaan swasta LandSpace mengembangkan teknologi roket reusable untuk mendorong ambisi luar angkasa.Strategi ini diharapkan memperkuat posisi China dalam persaingan geopolitik, terutama terkait rantai pasok global dan kontrol ekspor bahan penting. Namun, kebutuhan modal tinggi bisa memperlebar kesenjangan antar perusahaan dan ekspor tetap akan jadi tulang punggung ekonomi China dalam waktu dekat.