
Courtesy of TechCrunch
Kelompok Hacktivis Bocorkan Kontrak Rahasia DHS dan AWS Perusahaan Teknologi Besar
Mengungkap kontrak dan kerja sama antara DHS, ICE, dan berbagai perusahaan besar serta kontraktor yang mendukung kebijakan penegakan hukum dan pengawasan yang kontroversial, guna memberikan transparansi dan mendorong kesadaran publik atas tindakan pemerintah yang dianggap merugikan dan menindas.
02 Mar 2026, 23.11 WIB
185 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Hacktivis mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kebijakan DHS melalui tindakan hacking.
- Kontrak antara DHS dan perusahaan teknologi besar menunjukkan keterlibatan sektor swasta dalam kebijakan pemerintah.
- Kejadian kekerasan terhadap demonstran damai menjadi pemicu utama dari tindakan ini.
Minneapolis, Amerika Serikat - Sebuah kelompok hacktivis bernama Department of Peace mengklaim telah meretas Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan membocorkan dokumen rahasia yang berkaitan dengan kontrak antara DHS, ICE, dan ribuan perusahaan teknologi dan pertahanan. Data ini termasuk informasi kontak, jumlah kontrak, dan keterlibatan perusahaan besar seperti Palantir, Microsoft, dan Oracle.
Baca juga: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Gunakan Surat Panggilan untuk Bongkar Akun Kritikus Trump
Dokumen bocoran tersebut menunjukkan tiga kontrak terbesar diberikan kepada Cyber Apex Solutions dengan nilai 70 juta dolar, Science Applications International Corporation sebesar 59 juta dolar, dan Underwriters Laboratories senilai 29 juta dolar. Kelompok hacktivis mengekspresikan kemarahan atas tindakan DHS yang menyebabkan kematian dua pengunjuk rasa damai serta kebijakan deportasi massal yang dianggap tidak manusiawi.
Publikasi data ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan menyadarkan masyarakat tentang keterlibatan perusahaan dalam praktik kontroversial DHS dan ICE. Situs web khusus yang dibuat untuk mengakses data bocoran dapat memicu tekanan publik dan kemungkinan penyelidikan terhadap hubungan pemerintah dan perusahaan swasta.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/03/02/hacktivists-claim-to-have-hacked-homeland-security-to-release-ice-contract-data/
[1] https://techcrunch.com/2026/03/02/hacktivists-claim-to-have-hacked-homeland-security-to-release-ice-contract-data/
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"Kebocoran ini memperlihatkan risiko besar ketergantungan pemerintah pada perusahaan swasta dalam hal keamanan dan pengawasan, yang harus ditangani dengan transparansi dan regulasi yang ketat."
Analisis Kami
"Pembocoran data ini membuka tabir kolaborasi luas antara sektor swasta dan aparat pemerintah yang selama ini tersembunyi dari publik. Ini menunjukkan bahwa keberadaan teknologi dan perusahaan besar sangat instrumental dalam mendukung kebijakan yang kontroversial dan potensial melanggar hak asasi manusia."
Prediksi Kami
Kebocoran ini dapat memicu penyelidikan lebih lanjut terhadap kontrak pemerintah dan perusahaan yang terlibat, serta memicu tuntutan publik untuk transparansi dan reformasi kebijakan penegakan hukum yang kontroversial di AS.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang mengklaim telah membobol Departemen Keamanan Dalam Negeri?A
Grup hacktivis yang menyebut diri mereka 'Departemen Perdamaian'.Q
Apa motivasi di balik tindakan hacktivis ini?A
Mereka ingin mengungkap dukungan perusahaan terhadap DHS yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga sipil.Q
Dokumen apa yang dibocorkan oleh DDoSecrets?A
Data terkait kontrak antara DHS, ICE, dan lebih dari 6.000 perusahaan.Q
Apa yang dilakukan DHS dan ICE terkait deportasi?A
Mereka telah melakukan kampanye deportasi massal dan penangkapan dengan kondisi yang tidak manusiawi.Q
Siapa perusahaan-perusahaan besar yang terlibat dalam kontrak dengan DHS?A
Termasuk Palantir, Microsoft, L3Harris, dan Raytheon.



