
Courtesy of Forbes
Hapus Kelas Bisnis, Cara Cepat Pangkas Emisi Penerbangan Hingga 50%
Mengurangi emisi karbon dari penerbangan secara signifikan dengan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang di pesawat melalui pengurangan atau penghapusan kelas bisnis, sekaligus mendorong regulator dan institusi agar menjadi teladan dalam pengurangan penggunaan jet pribadi.
27 Feb 2026, 02.34 WIB
14 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Menghapus kelas bisnis dapat mengurangi emisi penerbangan secara signifikan.
- Kapasitas penumpang dalam pesawat berpengaruh besar terhadap dampak lingkungan penerbangan.
- Kritik terhadap penggunaan jet pribadi oleh lembaga pemerintah menunjukkan pentingnya kepemimpinan dalam isu perubahan iklim.
Paris, Perancis - Sektor penerbangan menyumbang 2-3% emisi karbon dunia, dengan dampak lebih besar akibat efek sekunder seperti jejak kondensasi. Meski teknologi ramah lingkungan sedang dikembangkan, penerapannya masih jauh dari masif sehingga tak memecahkan masalah jangka pendek.
Baca juga: Rolls-Royce dan SINTEF Kembangkan Mesin Pesawat Hibrida untuk Penerbangan Ramah Lingkungan
Penelitian dari Linnaeus University di Swedia menunjukkan penghapusan kelas bisnis di pesawat dapat mengurangi emisi hingga setengahnya dengan membuat pemakaian kursi lebih efisien. Boeing 777-300ER misalnya punya kapasitas 550 kursi, tapi sering digunakan hanya untuk 200-400 kursi saja oleh maskapai.
Kontribusi emisi sangat timpang, dimana 1% populasi yang sangat sering terbang—terutama kelas bisnis, kelas satu, dan jet pribadi—menyumbang 50% emisi global. Sementara itu, penggunaan jet pribadi terus meningkat terutama di Eropa, di tengah kritik karena boros emisi.
Uni Eropa justru menambah anggaran untuk penggunaan jet pribadi sebesar hampir €15,67 juta dalam 4 tahun ke depan, meskipun mendapat tekanan dari aktivis lingkungan seperti Diane Vitry dari Transport and Environment yang menilai langkah ini tidak konsisten dengan komitmen iklim.
Beberapa negara seperti Prancis mulai melarang penerbangan jarak pendek yang bisa digantikan kereta api untuk mengurangi emisi, tapi perjalanan jet pribadi tetap tinggi. Penelitian ini memberi sinyal kuat bahwa pengaturan tata letak kabin pesawat dan perilaku terbang pejabat harus menjadi fokus utama pengurangan emisi.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/alexledsom/2026/02/26/aviation-carbon-study-suggests-its-time-to-scrap-business-class/
[1] https://www.forbes.com/sites/alexledsom/2026/02/26/aviation-carbon-study-suggests-its-time-to-scrap-business-class/
Analisis Ahli
Diane Vitry
"Penggunaan jet pribadi harus dikurangi dan regulasi ketat perlu diterapkan agar bentuk penerbangan paling mencemari ini tidak dibiarkan berkembang tanpa kontrol."
Analisis Kami
"Mereformasi kabin pesawat dengan menghilangkan kelas bisnis adalah langkah praktis sekaligus cepat untuk memangkas jejak karbon penerbangan. Namun tanpa komitmen politik yang kuat dan pengawasan ketat terhadap penggunaan jet pribadi, target pengurangan emisi tidak akan tercapai secara optimal."
Prediksi Kami
Jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, penggunaan jet pribadi dan kelas bisnis yang boros emisi akan terus meningkat, menghambat upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim dari sektor penerbangan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diusulkan oleh penelitian untuk mengurangi emisi penerbangan?A
Penelitian mengusulkan untuk menghapus kelas bisnis dari maskapai penerbangan untuk mengurangi emisi hingga 50%.Q
Bagaimana kapasitas kursi dalam pesawat mempengaruhi emisi karbon?A
Kapasitas kursi dalam pesawat mempengaruhi emisi karbon karena lebih banyak penumpang per penerbangan berarti lebih sedikit pesawat yang diperlukan secara keseluruhan.Q
Apa kritik yang diungkapkan oleh Diane Vitry terkait anggaran jet pribadi EU?A
Diane Vitry mengkritik anggaran tambahan untuk jet pribadi EU karena menunjukkan kurangnya komitmen terhadap perubahan iklim.Q
Mengapa Perancis melarang penerbangan jarak pendek?A
Perancis melarang penerbangan jarak pendek di mana ada alternatif kereta api yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi emisi.Q
Apa dampak dari 1% populasi yang bertanggung jawab atas 50% emisi karbon global?A
1% populasi yang sering terbang, terutama di kelas bisnis, bertanggung jawab atas separuh emisi karbon global, menunjukkan ketimpangan dalam kontribusi terhadap perubahan iklim.



