Airbus Dorong Penerbangan Hidrogen dengan Fuel Cell Menuju 2030-an
Sains
Iklim dan Lingkungan
27 Mar 2025
6 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Airbus berkomitmen untuk mengembangkan penerbangan hidrogen sebagai solusi untuk emisi nol.
Teknologi sel bahan bakar dipilih sebagai metode terbaik untuk propulsi hidrogen.
Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk membangun infrastruktur yang mendukung penerbangan hidrogen.
Industri penerbangan menghadapi tantangan besar dalam mengurangi emisi karbon. Pesawat membutuhkan bahan bakar dengan kepadatan energi tinggi untuk penerbangan jarak jauh. Airbus berkomitmen untuk mengembangkan pesawat yang menggunakan hidrogen sebagai sumber tenaga melalui proyek ZEROe, dan mereka berharap dapat meluncurkan pesawat hidrogen komersial pada akhir tahun 2030-an. Airbus memilih teknologi sel bahan bakar, yang menghasilkan listrik dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, hanya menghasilkan air sebagai produk sampingan. Pesawat baru ini akan memiliki empat mesin propulsi listrik yang masing-masing didukung oleh sistem sel bahan bakar.
Namun, tantangan tidak hanya ada pada pengembangan pesawat, tetapi juga pada infrastruktur dan regulasi. Airbus bekerja sama dengan lebih dari 200 bandara dan penyedia energi untuk membangun rantai pasokan hidrogen yang diperlukan. Mereka juga berusaha untuk mendapatkan persetujuan regulasi yang baru untuk pesawat hidrogen. Dengan kolaborasi yang kuat dan investasi dalam penelitian, Airbus optimis bahwa penerbangan komersial berbasis hidrogen dapat terwujud pada akhir tahun 2030-an, yang akan mengubah industri penerbangan untuk masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Emily Chen, Pakar Energi Terbarukan
Adopsi fuel cell di industri penerbangan menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi bahan bakar alternatif, tapi untuk benar-benar efektif perlu ada sinergi antara teknologi dan kebijakan yang mendukung transisi energi bersih.Prof. Michael Andersen, Ahli Transportasi Berkelanjutan
Inovasi Airbus membuka jalan baru untuk penerbangan hijau, namun perhatian harus tetap diberikan pada keselamatan dan kesiapan ekosistem bahan bakar hidrogen agar dapat diterima secara luas oleh pasar.

