Google Gagalkan Operasi Peretasan China Skala Besar di 42 Negara
Courtesy of CNBCIndonesia

Google Gagalkan Operasi Peretasan China Skala Besar di 42 Negara

Memberikan informasi kepada pembaca tentang pengungkapan dan penghentian operasi peretasan berskala besar yang dilakukan oleh kelompok yang dikaitkan dengan China serta upaya dan langkah yang diambil Google untuk melindungi data dan keamanan siber global.

26 Feb 2026, 17.50 WIB
216 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Google berhasil menggagalkan operasi peretasan besar yang dikaitkan dengan China.
  • Kelompok peretas UNC2814 telah menyerang banyak organisasi di berbagai negara selama hampir 10 tahun.
  • Koordinasi internasional dalam keamanan siber sangat penting untuk melawan ancaman peretasan.
Jakarta, Indonesia - Google baru-baru ini mengungkap adanya operasi peretasan besar yang dikaitkan dengan China dan berhasil menggagalkannya. Operasi ini menargetkan hingga 53 organisasi di 42 negara berbeda, yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan data internasional. Serangan ini digunakan untuk memata-matai berbagai lembaga pemerintah dan perusahaan telekomunikasi.
Kelompok peretas yang dikenal sebagai UNC2814 atau Gallium ini sudah aktif selama hampir 10 tahun, menyusup ke berbagai tempat dan menggunakan metode yang sulit dilacak. Mereka memanfaatkan layanan populer seperti Google Sheets untuk mencuri data, karena aktivitas seperti ini terlihat seperti lalu lintas jaringan biasa sehingga sulit dideteksi.
Google bersama mitra mereka mengambil tindakan cepat dengan menonaktifkan akun, proyek, dan infrastruktur internet yang dipakai kelompok tersebut. Ini termasuk menghentikan proyek Google Cloud yang dikuasai oleh kelompok peretas dan menutup akses ke data untuk mencegah kebocoran.
Dalam beberapa kasus, peretas memasang backdoor bernama GRIDTIDE untuk mendapatkan akses ke data sangat sensitif seperti nama, nomor telepon, hingga nomor identitas nasional, dengan tujuan mengidentifikasi dan memantau target secara sistematis. Hal ini menunjukkan pola serangan yang terencana dan terorganisir.
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Kedutaan Besar China membantah keterlibatan dan menegaskan bahwa China menolak segala bentuk aktivitas peretasan ilegal. Mereka juga meminta agar isu keamanan siber tidak dijadikan alat untuk mencemarkan nama baik negara mereka. Keamanan siber pun dianggap isu global yang harus diselesaikan lewat kerja sama internasional.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260226143518-37-714204/china-menggila-serang-42-negara-amerika-langsung-bereaksi

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Operasi semacam ini menunjukkan betapa rumit dan berbahayanya ancaman siber yang melibatkan aktor negara. Penting untuk memperkuat keamanan berbasis cloud dan memperkuat dialog internasional agar tidak terjadi eskalasi yang membahayakan stabilitas dunia maya."
Katie Moussouris
"Pemanfaatan platform populer seperti Google Sheets oleh peretas adalah contoh bagaimana kita harus terus menerus melakukan evaluasi risiko dan inovasi dalam keamanan TI, terutama dalam operasi berskala global."

Analisis Kami

"Penggunaan Google Sheets sebagai alat penyusupan menandakan inovasi berbahaya dalam metode peretasan, yang menunjukkan kelompok ini sangat terorganisir dan adaptif. Langkah Google memutus operasi ini sudah tepat, namun perlu diwaspadai bahwa kelompok semacam ini akan terus mencari celah baru yang lebih sulit dideteksi."

Prediksi Kami

Operasi peretasan canggih dan sulit dideteksi seperti ini kemungkinan akan meningkat, memaksa perusahaan teknologi dan pemerintah memperkuat sistem keamanan dan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman siber terorganisir.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diungkap oleh Google terkait operasi peretasan?
A
Google mengungkap dan menggagalkan operasi peretasan besar yang dikaitkan dengan China, yang menyerang 53 organisasi di 42 negara.
Q
Siapa yang terlibat dalam kelompok peretas UNC2814?
A
Kelompok peretas UNC2814 atau Gallium terlibat dalam operasi ini dan memiliki rekam jejak hampir 10 tahun.
Q
Apa yang dilakukan Google untuk menghentikan operasi peretasan tersebut?
A
Google menghentikan proyek Google Cloud yang dikendalikan oleh kelompok tersebut dan menonaktifkan infrastruktur internet yang digunakan.
Q
Bagaimana China merespons tuduhan peretasan yang dikaitkan dengan mereka?
A
China melalui juru bicara Kedutaan Besar, Liu Pengyu, menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka menentang segala bentuk peretasan.
Q
Apa jenis data yang dicuri oleh kelompok peretas dalam serangan ini?
A
Kelompok peretas mencuri data sensitif termasuk nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor identitas nasional.