Google Peringatkan Malware AI yang Bisa Berubah Dinamis dan Sulit Dideteksi
Teknologi
Keamanan Siber
06 Nov 2025
202 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Ancaman malware berbasis AI semakin meningkat dan lebih canggih.
Pelaku kejahatan siber memanfaatkan AI untuk menciptakan alat serangan yang lebih efisien.
Penting bagi pengguna untuk meningkatkan keamanan perangkat mereka untuk melindungi dari ancaman ini.
Google memberikan peringatan penting mengenai meningkatnya ancaman dari malware yang menggunakan kecerdasan buatan supaya bisa menyerang perangkat pengguna, termasuk HP Android. Malware jenis ini berbeda dari malware tradisional karena mampu mengubah dirinya secara dinamis sehingga sulit dideteksi oleh antivirus.
Salah satu malware yang ditemukan oleh Google adalah PromptFlux, yang menggunakan teknologi model bahasa besar dari Google bernama Gemini untuk membuat kode baru secara otomatis dan menghindari software antivirus. Google sudah memblokir akses malware ini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Selain PromptFlux, Google juga mengidentifikasi beberapa jenis malware lain yang berbahaya, seperti FruitShell yang bisa mengambil alih perangkat dari jarak jauh, QuietVault yang mencuri kredensial seperti token GitHub/NPM, dan PromptLock yang merupakan ransomware eksperimen untuk mencuri dan mengenkripsi data di banyak sistem operasi.
Penggunaan AI untuk tujuan jahat semakin meluas, termasuk dalam pembuatan phishing, pencurian data, dan deepfake. Beberapa pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan AI untuk mencari kerentanan dan membuat alat serangan otomatis yang dapat dijual di forum bawah tanah.
Google mengingatkan pengguna agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengamanan perangkat mereka. Selain itu, pengembang AI juga harus bertanggung jawab dengan membuat sistem yang memiliki perlindungan kuat supaya tidak mudah disalahgunakan untuk kejahatan siber.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Penggunaan AI dalam malware memperumit landscape keamanan siber, karena serangan menjadi lebih otomatis dan responsif terhadap pertahanan, sehingga dibutuhkan pendekatan keamanan berbasis AI juga untuk melawannya.Mikko Hyppönen
AI bukan hanya alat bagi pembela tapi juga kekuatan baru bagi penyerang siber, dan kita harus mengembangkan teknologi keamanan yang mampu mengenali ancaman yang terus berkembang seiring kemajuan AI.

