Serangan Siber dari China Targetkan Telekomunikasi dan Pemerintahan Singapura serta Indonesia
Courtesy of CNBCIndonesia

Serangan Siber dari China Targetkan Telekomunikasi dan Pemerintahan Singapura serta Indonesia

Memberikan informasi tentang serangan siber yang menargetkan perusahaan telekomunikasi utama di Singapura serta operasi spionase siber skala besar yang juga menyerang lembaga pemerintahan di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman publik terhadap ancaman keamanan siber.

15 Feb 2026, 13.30 WIB
155 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Serangan siber terhadap perusahaan telekomunikasi di Singapura menunjukkan kerentanan infrastruktur penting.
  • Pemerintah dan perusahaan telekomunikasi harus meningkatkan keamanan siber untuk melindungi data dan layanan.
  • Keterlibatan kelompok peretas UNC3886 menunjukkan adanya ancaman spionase siber yang lebih luas di kawasan Asia.
Singapura, Republik Singapura - Empat perusahaan telekomunikasi besar di Singapura menjadi target serangan siber yang dilakukan oleh kelompok peretas UNC3886 yang diduga berasal dari China. Serangan ini dikonfirmasi oleh pemerintah Singapura yang menyatakan bahwa beberapa sistem berhasil ditembus, namun layanan tetap tidak terganggu dan data pribadi tidak diakses.
Kelompok peretas ini menggunakan alat teknologi canggih seperti rootkit untuk mendapatkan akses jangka panjang ke dalam sistem yang diserang. Serangan yang dilancarkan meliputi distributed denial-of-service (DDoS) serta serangan malware yang terus menghadapi upaya pertahanan dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Selain serangan di Singapura, kelompok mata-mata siber yang diduga berasal dari Asia juga melakukan operasi spionase di lebih dari 37 negara termasuk Indonesia, dengan target lembaga pemerintah seperti kementerian, parlemen, dan lembaga penegak hukum.
Menurut Palo Alto Networks, para peretas menggunakan teknik yang sangat terarah termasuk email palsu dan mengeksploitasi celah keamanan yang belum diperbaiki untuk mendapatkan akses ke jaringan institusi penting, serta mampu bersembunyi dan mengawasi aktivitas selama berbulan-bulan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi negara-negara di Asia dan seluruh dunia untuk meningkatkan perlindungan keamanan sistem informasi, memperkuat kerjasama internasional, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan siber yang semakin luas dan kompleks.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260215113425-37-711294/awas-china-mulai-obrak-abrik-singapura-ri-bisa-diincar

Analisis Ahli

K.Shanmugam
"Penetrasi dan akses jangka panjang kelompok peretas menunjukkan kematangan teknik serangan siber yang perlu diantisipasi dengan sistem pertahanan berlapis dan respons cepat terhadap insiden."
Pete Renals
"Penggunaan email palsu yang sangat terarah dan eksploitasi celah keamanan lama memperlihatkan pentingnya pembaruan berkala dan pelatihan kesadaran keamanan bagi personel di lembaga pemerintahan."

Analisis Kami

"Kelompok UNC3886 menunjukkan bagaimana spionase siber negara-negara besar semakin terorganisir dan menggunakan teknologi mutakhir untuk mengincar infrastruktur kritikal tanpa diketahui. Indonesia harus segera meningkatkan kapasitas keamanan sibernya agar tidak semakin rentan terhadap ancaman yang semakin kompleks dan berbahaya ini."

Prediksi Kami

Serangan siber dan spionase digital yang semakin canggih dan terarah akan terus meningkat, memaksa perusahaan dan pemerintah untuk mengadopsi teknologi keamanan berlapis dan meningkatkan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman siber.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan perusahaan telekomunikasi di Singapura?
A
Empat perusahaan telekomunikasi utama di Singapura menjadi sasaran serangan siber oleh kelompok peretas asal China.
Q
Siapa kelompok yang diduga melakukan serangan siber tersebut?
A
Kelompok yang diduga melakukan serangan tersebut adalah UNC3886.
Q
Apa tujuan dari serangan siber yang dilakukan UNC3886?
A
Tujuan dari serangan siber UNC3886 adalah untuk mengakses infrastruktur telekomunikasi dan melakukan spionase.
Q
Bagaimana pemerintah Singapura merespons serangan ini?
A
Pemerintah Singapura mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan bahwa layanan tidak terganggu meskipun ada akses ke beberapa sistem.
Q
Apa yang ditemukan oleh Palo Alto Networks terkait serangan siber di Indonesia?
A
Palo Alto Networks menemukan bahwa kelompok peretas menyerang sistem komputer milik pemerintah dan infrastruktur penting di lebih dari 37 negara, termasuk Indonesia.