China Tuduh Agen NSA AS Lakukan Serangan Siber Saat Asian Winter Games
Teknologi
Keamanan Siber
16 Apr 2025
217 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tuduhan serangan siber antara AS dan China semakin meningkat.
NSA dituduh terlibat dalam serangan siber yang menargetkan infrastruktur penting di China.
Ketegangan ekonomi antara AS dan China turut mempengaruhi hubungan keamanan siber kedua negara.
China menuduh Agen Keamanan Nasional AS (NSA) melancarkan serangan siber canggih selama Asian Winter Games pada Februari lalu. Serangan ini menargetkan industri-industri esensial di China, termasuk energi, transportasi, dan komunikasi. Kepolisian di Harbin, China, mengatakan tiga agen NSA yang diduga terlibat dalam serangan tersebut kini masuk dalam daftar buronan.
Selain itu, University of California dan Virginia Tech juga dikatakan terlibat dalam aksi penyerangan siber ini. Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi penyerangan tersebut dan meminta AS untuk bertanggung jawab dalam isu keamanan siber. Laporan ini muncul di tengah ketegangan ekonomi antara AS dan China yang dipicu oleh kebijakan tarif yang saling dibalas.
Washington secara rutin menuduh China melakukan serangan siber ke AS, sementara Beijing membantah keterlibatannya. Dalam dua tahun terakhir, beberapa organisasi China dan pemerintah setempat balik menuduh AS melancarkan upaya serupa. Ketegangan ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara kedua negara dalam hal keamanan siber dan ekonomi.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Perang siber antara negara sangat kompleks dan sulit dibuktikan secara pasti, namun insiden seperti ini menunjukkan bagaimana serangan siber digunakan sebagai salah satu alat geopolitik yang sangat efektif dan berbahaya.Mikko Hypponen
Keterlibatan institusi pendidikan dan universitas dalam operasi siber menunjukkan adanya jaringan luas yang memanfaatkan berbagai elemen masyarakat untuk menjalankan aksi mata-mata dan sabotase digital.


