AI summary
Sebagian besar remaja di AS telah mencoba AI companion, dengan 52% menjadi pengguna reguler. AI companion digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk dukungan emosional dan latihan keterampilan sosial. Meskipun ada penggunaan yang meningkat, banyak remaja tetap lebih memilih interaksi dengan teman nyata dibandingkan dengan AI. Sebuah studi oleh Common Sense Media menemukan bahwa 72% remaja di Amerika Serikat pernah mencoba menggunakan AI sebagai teman obrolan, seperti ChatGPT, Replika, dan Character.AI. AI ini digunakan bukan hanya untuk tugas sekolah, tapi juga untuk bercakap-cakap pribadi dan membangun hubungan digital.Dari mereka yang mencoba AI companion, sebanyak 52% remaja menggunakan chatbot ini secara rutin, dengan 13% chat setiap hari dan 21% beberapa kali dalam seminggu. Penggunaan ini lebih banyak dimiliki remaja perempuan dibanding laki-laki, meskipun sebagian besar tetap menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman manusia.Remaja menggunakan AI ini untuk banyak tujuan, mulai dari hiburan, mengetahui tentang kecanggihan teknologi AI, memperoleh nasihat, hingga karena AI selalu tersedia kapan saja. Namun, separuh remaja mengaku tidak terlalu percaya dengan informasi yang diberikan oleh AI tersebut.Para remaja juga melaporkan manfaat positif dari AI yakni membantu mereka berlatih keterampilan sosial seperti memulai percakapan, memberikan saran, dan mengekspresikan emosi. Sebanyak 39% mengatakan mereka menerapkan keterampilan yang dipelajari dari AI ke situasi nyata.Meski begitu, ada kekhawatiran serius tentang dampak negatif AI pada kesejahteraan mental remaja, termasuk kasus-kasus hukum terkait bunuh diri dan promosi kekerasan. Studi ini menjadi penting sebagai gambaran awal bagaimana remaja menggunakan AI dalam kehidupan sosial mereka.
Penggunaan AI sebagai teman digital memang membuka peluang baru dalam membantu remaja mengasah kemampuan sosial dan emosionalnya, tapi ini juga harus diimbangi dengan pengawasan ketat untuk mencegah ketergantungan berlebih yang bisa menggantikan interaksi manusia nyata. Jika dibiarkan tanpa kontrol, AI companion bisa menjadi sumber informasi yang tidak akurat dan menimbulkan masalah kesehatan mental yang serius.