Mayoritas Remaja AS Gunakan AI Teman Obrolan untuk Latih Keterampilan Sosial
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jul 2025
99 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sebagian besar remaja di AS telah mencoba AI companion, dengan 52% menjadi pengguna reguler.
AI companion digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk dukungan emosional dan latihan keterampilan sosial.
Meskipun ada penggunaan yang meningkat, banyak remaja tetap lebih memilih interaksi dengan teman nyata dibandingkan dengan AI.
Sebuah studi oleh Common Sense Media menemukan bahwa 72% remaja di Amerika Serikat pernah mencoba menggunakan AI sebagai teman obrolan, seperti ChatGPT, Replika, dan Character.AI. AI ini digunakan bukan hanya untuk tugas sekolah, tapi juga untuk bercakap-cakap pribadi dan membangun hubungan digital.
Dari mereka yang mencoba AI companion, sebanyak 52% remaja menggunakan chatbot ini secara rutin, dengan 13% chat setiap hari dan 21% beberapa kali dalam seminggu. Penggunaan ini lebih banyak dimiliki remaja perempuan dibanding laki-laki, meskipun sebagian besar tetap menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman manusia.
Remaja menggunakan AI ini untuk banyak tujuan, mulai dari hiburan, mengetahui tentang kecanggihan teknologi AI, memperoleh nasihat, hingga karena AI selalu tersedia kapan saja. Namun, separuh remaja mengaku tidak terlalu percaya dengan informasi yang diberikan oleh AI tersebut.
Para remaja juga melaporkan manfaat positif dari AI yakni membantu mereka berlatih keterampilan sosial seperti memulai percakapan, memberikan saran, dan mengekspresikan emosi. Sebanyak 39% mengatakan mereka menerapkan keterampilan yang dipelajari dari AI ke situasi nyata.
Meski begitu, ada kekhawatiran serius tentang dampak negatif AI pada kesejahteraan mental remaja, termasuk kasus-kasus hukum terkait bunuh diri dan promosi kekerasan. Studi ini menjadi penting sebagai gambaran awal bagaimana remaja menggunakan AI dalam kehidupan sosial mereka.
Analisis Ahli
Dr. Sherry Turkle (Psikolog dan Profesor MIT)
Interaksi dengan AI dapat memperkaya pengalaman sosial remaja, tapi tidak boleh menggantikan hubungan manusia nyata yang sangat penting untuk perkembangan emosional dan psikologis.Prof. Fei-Fei Li (Ahli AI, Stanford)
AI harus dikembangkan dengan etika yang kuat dan transparansi agar tidak menyebarkan informasi yang salah dan memprioritaskan kesejahteraan pengguna muda.