72% Remaja AS Pernah Gunakan AI Teman Untuk Latihan Sosial dan Hiburan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jul 2025
271 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Remaja di AS semakin banyak menggunakan AI companion untuk interaksi sosial dan dukungan emosional.
Meskipun banyak remaja yang menggunakan AI companion, kepercayaan terhadap informasi yang diberikan masih rendah.
AI companion dapat digunakan oleh remaja sebagai latihan untuk keterampilan sosial sebelum berinteraksi dengan teman nyata.
Sebuah studi baru dari Common Sense Media menunjukkan bahwa sebagian besar remaja Amerika Serikat telah berinteraksi dengan AI companion setidaknya sekali dalam hidup mereka. AI companion adalah chatbot yang dirancang untuk menjadi teman bicara yang bisa diajak mengobrol secara personal, berbeda dengan AI yang hanya memberikan jawaban sederhana atau membantu tugas sekolah. Remaja menggunakan AI companion ini untuk hiburan, mencari saran, serta eksplorasi sosial.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh NORC di Universitas Chicago, ditemukan bahwa 52% remaja adalah pengguna rutin AI companion, dan di antaranya, sebagian kecil menggunakan AI ini setiap hari. Meskipun demikian, sebagian besar remaja masih memandang AI sebagai alat, bukan pengganti hubungan sosial nyata. Hanya 6% yang menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan AI daripada teman-teman mereka.
Remaja menggunakan AI companion untuk berbagai tujuan, mulai dari hiburan hingga latihan keterampilan sosial. Sebanyak 39% dari mereka menggunakan AI ini untuk melatih kemampuan sosial sebelum menggunakan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata. AI companion juga membantu mereka belajar cara memulai percakapan, memberi saran, dan mengekspresikan emosi.
Namun, ada juga kekhawatiran terkait kepercayaan terhadap AI. Sebagian besar remaja, khususnya yang lebih tua, tidak sepenuhnya mempercayai informasi yang diberikan oleh AI companion. Selain itu, muncul laporan hukum terkait dampak negatif penggunaan AI untuk terapi pada remaja, menunjukkan bahwa walaupun AI bisa membantu, ada risiko yang harus diwaspadai.
Secara keseluruhan, studi ini memberikan wawasan awal bahwa AI companion sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial remaja di AS dengan peran sebagai alat bantu dan teman virtual. Namun, mereka masih tetap menghargai dan mengutamakan interaksi dengan teman manusia di dunia nyata.
Analisis Ahli
Sherry Turkle
AI companion bisa membantu remaja merasa didengar dan dipahami, tapi kecanduan pada teknologi ini dapat melemahkan kemampuan mereka membangun hubungan nyata.Dr. Jean Twenge
Meskipun AI menawarkan dukungan emosional, interaksi yang terlalu banyak dengan AI dapat berkontribusi pada peningkatan kecemasan dan isolasi sosial di kalangan remaja.
